Kompas.com - 10/07/2014, 07:49 WIB
Kiper Belanda, Jasper Cillessen, gagal mengantisipasi tembakan penyerang Argentina, Lionel Messi, pada babak adu penalti, semifinal Piala Dunia, di Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (/7/2014). ADRIAN DENNIS / AFPKiper Belanda, Jasper Cillessen, gagal mengantisipasi tembakan penyerang Argentina, Lionel Messi, pada babak adu penalti, semifinal Piala Dunia, di Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (/7/2014).
|
EditorTjatur Wiharyo
SAO PAULO, KOMPAS.com - Belanda dan Argentina sama-sama tidak tampil meyakinkan saat bertemu pada semifinal Piala Dunia, di Arena Corinthians, Sao Paulo, 9 Juli 2014. Pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti, karena skor 0-0 tak berubah hingga akhir babak tambahan.

Bagi Belanda, ini adalah adu penalti kedua dalam dua laga terakhir. Sebelumnya, mereka melakoni adu penalti saat melawan Kosta Rika pada babak perempat final, di Arena Fonte Nova, Salvador, 5 Juli 2014, juga setelah skor 0-0 tak berubah hingga akhir babak tambahan.

Berbeda dari pertandingan melawan Kosta Rika, Belanda kalah adu penalti pada laga semifinal. Kiper Argentina, Sergio Romero, mengantisipasi tembakan Ron Vlaar dan Wesley Sneijder, sementara kiper Jasper Cillessen, selalu gagal mengantisipasi tembakan algojo-algojo Albiceleste.

Cillessen boleh jadi adalah titik lemah Belanda dalam adu penalti pada laga semifinal. Ketika melawan Kosta Rika, Cillessen bermain sebagai starter, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk melakoni adu penalti. Sesaat sebelum babak tambahan berakhir, pelatih Louis van Gaal menarik Cillessen dan memasukkan Tim Krul. Hasilnya, Krul mengantisipasi dua tembakan Kosta Rika.

Melawan Argentina, Cillessen kembali menjadi starter. Namun, Van Gaal tampaknya tak menyangka laga akan diselesaikan melalui adu penalti. 24 menit sebelum babak tambahan usai, Van Gaal menggunakan jatah pergantian pemain terakhir untuk menarik penyerang Robin van Persie dan memasukkan Klaas-Jan Huntelaar.

Ketika strateginya tak membuahkan gol hingga akhir babak tambahan, Van Gaal tak punya pilihan selain mempercayakan gawang Belanda kepada Cillessen. Boleh jadi,

Belanda lebih dulu mendapatkan kesempatan mengeksekusi penalti. Bek Ron Vlaar menjadi algojo pertama dan gagal. Tembakannya diantisipasi Romero. Sebagai catatan, pada laga melawan Kosta Rika, tim eksekutor Belanda berisi pemain-pemain senior yang biasa bermain di posisi menyerang, yaitu Robin van Persie, Arjen Robben, Sneijder, dan Dirk Kuyt.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegagalan Belanda tidak terjadi karena Van Gaal seorang, tetapi juga tim, karena sebelum adu penalti, mereka punya 120 menit untuk menemukan solusi.

Berikut ini adalah rekaman pertandingan semifinal Piala Dunia, antara Belanda dan Argentina itu.
Belanda 0-0 Argentina (adu penalti: 2-4)
Lokasi: Arena Corinthians, Sao Paulo
Wasit:  Cuneyt Cakir (Turki)
Pencetak gol: -
Adu penalti:
    Ron Vlaar - gagal (0-0)
    Lionel Messi - gol (0-1)
    Arjen Robben - gol (1-1)
    Ezequiel Garay - gol (1-2)
    Wesley Sneijder - gagal (1-2)
    Sergio Aguero - gol (1-3)
    Dirk Kuyt - gol (2-3)
    Maxi Rodriguez - gol (2-4)
Kartu kuning:
    Belanda: Bruno Martins Indi 45, Klaas Jan Huntelaar  105
    Argentina: Martin Demichelis 49
Kartu merah: -
Penguasaan bola: 53 - 47
Tembakan akurat: 3/7 - 5/8



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.