Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WCP Tajamkan Kembali Insting Predator dalam Diri Singo Edan

Kompas.com - 12/02/2024, 13:14 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelatih baru Arema FC Widodo Cahyono Putro merasa status tim musafir tidak lagi relevan untuk dijadikan alasan timnya tampil loyo.

Seperti diketahui, Dedik Setiawan dkk harus menerima kenyataan bermain jauh dari kandang dan Aremania sebagai imbas dari Tragedi Kanjuruhan.

Terakhir kali Arema main dengan dukungan penuh penonton adalah saat sebelum tragedi yang menewaskan 135 pendukung tersebut yakni ketika menjamu Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022 silam.

Sepanjang gelaran Liga 1 2023-2024, tim memutuskan berkandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Arema FC sudah menjalani 24 pertandingan, 13 kali bermain berstatus tuan rumah dan 11 lainnya tandang.

Menurut Widodo, bermain tanpa dukungan dalam jangka waktu yang lama seharusnya sudah bisa membuat pemain terbiasa.

“Saya kira mereka sudah terbiasa dengan dan tanpa penonton,” ucapnya.

Menurutnya, ini masalah kemauan dan psikologis pemain. Bagaimana pemain bisa mendapatkan motivasi lebih saat tampil tanpa kehadiran suporter.

Serta bagaimana cara mengembalikan rasa haus kemenangan yang memudar. Hal-hal tersebut yang sedang mendapatkan perhatian khusus darinya selama masa persiapan ini.

“Saya yang penting benahi segi mentalitas pemain, bagaimana bermain dengan sepenuh hati,” ujar Widodo C Putro.

Baca juga: Arema FC Kerap Berganti Pelatih, Widodo CP Mau Pertajam Singo Edan

Tim berjuluk Singo Edan ini sedang dalam titik terendahnya. Sejauh ini mereka menelan 13 kekalahan, 6 kali seri, dan hanya bisa menang 5 kali.

Terakhir, tim juara tiga kali beruntun Piala Presiden tersebut harus kalah 1-4 dari PSIS Semarang dan menempati posisi ke-16 klasemen sementara dengan perolehan 21 poin.

Tim juga tidak pernah beranjak dari zona merah sejak pekan ke-3. Ini menjadi prestasi terburuk Arema FC sejak era Liga 1 Indonesia pada 2017 silam. Bahkan, yang terburuk dalam dua dekade terakhir.

Pemain Arema FC saat menjalani latihan rutin untuk persiapan pekan selanjutnya Liga 1 2023-2024 di Lapangan ARG Lawang, Jumat (9/2/2024) sore.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pemain Arema FC saat menjalani latihan rutin untuk persiapan pekan selanjutnya Liga 1 2023-2024 di Lapangan ARG Lawang, Jumat (9/2/2024) sore.

Kondisi ini membuat CEO Iwan Budianto gerah dan melakukan evaluasi mendadak. Pelatih Fernando Valente pun dilengserkan dari jabatannya.

Widodo sendiri melihat Arema FC bukan tanpa modal. Dari segi komposisi pemain seharusnya tim tetap bisa kompetitif.

Dengan kembalinya mentalitas predator Arema FC, ia sangat optimis tim kebanggaan warga Malang Raya itu bisa selamat dari ancaman degradasi.

“Target keluar dari zona merah. Target dari manajemen. Arema bisa terselamatkan. Saya berdoa bisa, tapi saya bukan tukang sulap,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com