Banding Ditolak, Mantan Presiden UEFA Tetap Kena Sanksi 4 Tahun - Kompas.com

Banding Ditolak, Mantan Presiden UEFA Tetap Kena Sanksi 4 Tahun

Kompas.com - 07/07/2017, 09:09 WIB
AFP/VALERY HACHE Striker Barcelona Lionel Messi (kiri) menerima trofi Pemain Terbaik Eropa 2014-15 dari Presiden UEFA Michel Platini saat acara pengundian fase grup Liga Champions di Monako, Kamis (27/8/2015).

LAUSANNE, KOMPAS.com - Banding Michel Platini, mantan Presiden FIFA, ditolak oleh Pengadilan Federal Swiss. Legenda sepak bola Perancis itu pun tetap harus menjalani sanksi empat tahun larangan berkecimpung di sepak bola.

Pada 2015 lalu, Platini dan mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, dinyatakan bersalah. Mereka dianggap melanggar kode etika organisasi menyusul kasus dugaan terjadinya suap senilai 1,3 juta poundsterling.

Atas tindakan tersebut, Platini dan Blatter dilarang aktif di dalam dunia sepak bola selama delapan tahun. 

Kemudian, komite banding FIFA mengurangi hukuman mereka menjadi hanya enam tahun. 

Panel Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) pada Mei 2016, mengurangi hukuman Platini. Dia cuma dihukum empat tahun.

Platini mencoba banding atas putusan CAS tersebut. Namun, kasta teratas pengadilan di Swiss menolaknya.

"Putusan CAS tidak diterapkan secara berlebihan," demikian putusan pengadilan tersebut seperti dilansir BBC.

Baca juga: 8 Penonton Meninggal Jelang Pertandingan Perayaan Kemerdekaan Malawi

Posisi Platini saat ini sudah diisi oleh Aleksander Ceferin. Pengacara asal Slovenia itu menjabat Presiden UEFA sejak 14 September 2016.

Kompas TV Federasi Sepak Bola Dunia telah memutuskan untuk menambah jumlah peserta piala dunia. Mulai 2026 nanti, sebanyak 48 negara akan bertarung di pentas sepak bola terakbar sejagat. Format ini merupakan perubahan dari piala dunia sebelumnya yang diikuti 32 peserta. Dengan demikian, 16 tim akan menambah kuota yang tersedia. Karena itulah, Asosiasi Sepak Bola Eropa ataau UEFA siap untuk meminta jatah Eropa ditambah menjadi 16 tim, meskipun selama ini memiliki kuota terbanyak dengan 13 negara. Hal itu disampaikan presiden UEFA, Aleksander Ceferin di sekretariat UEFA, Kamis (9/2) kemarin.

 

 

EditorJalu Wisnu Wirajati

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM