Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/10/2022, 14:32 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berada di Malang sejak hari pertama pascaterjadinya Tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) hingga Kamis (6/10/2022) ini.

Apa yang dilakukan Ketum PSSI tersebut berbeda dengan pejabat-pejabat lainnya.

Iwan Bule terus berada di Malang sebagai bagian dari kapasitasnya sebagai Ketua Umum PSSI setelah tragedi yang merenggut 131 nyawa usai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 Arema FC melawan Persebaya itu.

Selama di Malang, Iwan Bule beberapa kali datang ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Daftar kegiatannya mulai dari mendampingi pejabat pemerintahan dari pusat hingga menemani kedatangan Presiden Joko Widodo, Rabu (5/9/2022) siang.

Hari ke-5 Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan kembali meninjau stadion seusai pasca tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/10/2022) siang.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Hari ke-5 Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan kembali meninjau stadion seusai pasca tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/10/2022) siang.

Pada Kamis (6/10/2022) siang ia datang bersama Komisi Disiplin Erwin Tobing berkeliling stadion yang dipakai sebagai homebase tim berjuluk Singo Edan itu.

"Banyak kekurangannya, single seat yang belum ada, kemudian tribune berdiri itu nantinya enggak boleh," kata pria yang biasa disapa Iwan Bule.

Selain itu, Mochamad Iriawan juga beberapa kali melakukan kunjungan ke rumah duka.

Baca juga: PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

 

Beberapa hari terakhir ia bersama manajemen Arema FC datang ke rumah korban meninggal Tragedi Kanjuruhan.

"Saya mengunjungi rumah korban, sekadar memberikan duka yang dalam dari saya dan federasi itu pasti. Karena semua sudah tertangani termasuk yang di rumah sakit," kata pria berusia 60 tahun tersebut.

"Berikutnya, tentu nanti segera akan kami rumuskan untuk pola berikutnya antara semua pihak terkait. Hari ini rapat di Menpora, koordinatornya Pak Menpora tapi saya masih ada di sini."

"Saya ingin melihat secara pasti yang ada di Kanjuruhan ini," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+