Kompas.com - 10/08/2022, 20:20 WIB

KOMPAS.com – Bomber asal Polandia, Robert Lewandowski, menuturkan bahwa keputusannya pindah dari Bayern Muenchen ke Barcelona didasari kemiripan filosofi taktik yang dimiliki Pep Guardiola dan Xavi Hernandez.

Robert Lewandowski pernah merasakan dilatih Pep Guardiola semasa membela Bayern Muenchen.

Selama di bawah asuhan Pep Guardiola, Robert Lewandowski melejit dengan persembahan 67 gol dari 100 penampilan di semua kompetisi.

Namun, kebersamaan Lewandowski dengan Pep Guardiola di Bayern harus berakhir. Sebab, juru taktik berkebangsaan Spanyol itu memutuskan pindah ke Manchester City pada musim 2016-2017.

Baca juga: Lewandowski di Barcelona seperti Anak Kecil dengan Mainan Barunya

Kendati demikian, kenangan Pep Guardiola dalam ingatan Robert Lewandowski belum juga pudar. Sosok striker tajam berusia 33 tahun itu nyatanya masih mengagumi sang pelatih.

Lewandowski bahkan mengakui bahwa keputusannya menerima tawaran Barcelona karena adanya kemiripan antara Xavi Hernandez selaku pelatih Blaugrana dengan Guardiola.

Ucapan Robert Lewandowski seolah-olah menggambarkan sosok Xavi Hernandez adalah jelmaan Pep Guardiola.

“Filosofi Guardiola dan caranya dalam mengelola tim, menurut saya seperti membawa Barcelona di Bayern Muenchen,” ucap Lewandowski kepada Sport.

Baca juga: Pedri Usai Laga Barcelona Vs Pumas UNAM: Main dengan Lewandowski Itu Mudah

“Xavi sangat mirip dengan Guardiola. Mereka pernah bekerja sama. Keduanya memiliki pemikiran soal sepak bola dengan cara serupa,” tutur dia.

“Dengan kenangan itu, Barcelona adalah opsi terbaik buat saya, dan itu menjadi sebuah persiapan yang bagus ketika saya berada di sana,” kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komnas HAM Soal Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan: Masyarakat Pasti Sepakat

Komnas HAM Soal Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan: Masyarakat Pasti Sepakat

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan, PSSI Ungkap Tujuan FIFA-AFC Datang ke Indonesia

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Ungkap Tujuan FIFA-AFC Datang ke Indonesia

Liga Indonesia
Istilah Heading dalam Sepak Bola dan Tujuannya

Istilah Heading dalam Sepak Bola dan Tujuannya

Sports
PSG Ditahan Imbang Benfica, Galtier: Kami Ciptakan Banyak Peluang ...

PSG Ditahan Imbang Benfica, Galtier: Kami Ciptakan Banyak Peluang ...

Liga Champions
Madrid Vs Shakhtar, Los Blancos Mestinya Bisa Cetak Banyak Gol

Madrid Vs Shakhtar, Los Blancos Mestinya Bisa Cetak Banyak Gol

Liga Champions
Jadwal Liga Europa: Omonia Vs Man United, 4 Pemain Setan Merah Absen

Jadwal Liga Europa: Omonia Vs Man United, 4 Pemain Setan Merah Absen

Liga Lain
BERITA FOTO - Duka Arema Duka Persebaya, Duka Malang Duka Surabaya

BERITA FOTO - Duka Arema Duka Persebaya, Duka Malang Duka Surabaya

Liga Indonesia
Gerakan Shoot Tambahan Saat Bola Muntah

Gerakan Shoot Tambahan Saat Bola Muntah

Sports
45 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Fenomenal Paolo Rossi yang Diawali Skandal

45 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Fenomenal Paolo Rossi yang Diawali Skandal

Internasional
Chelsea Vs Milan: Rossoneri Ompong, Cuma Bikin Satu Tembakan ke Gawang

Chelsea Vs Milan: Rossoneri Ompong, Cuma Bikin Satu Tembakan ke Gawang

Liga Champions
Rekor-rekor Erling Haaland di Liga Champions, Ungguli Messi dan Ronaldo

Rekor-rekor Erling Haaland di Liga Champions, Ungguli Messi dan Ronaldo

Liga Champions
Tragedi Kanjuruhan: Klub dan Polisi-TNI Ditindak, Bagaimana dengan PSSI?

Tragedi Kanjuruhan: Klub dan Polisi-TNI Ditindak, Bagaimana dengan PSSI?

Liga Indonesia
Kualifikasi Piala Asia U17: Kualitas Rumput Pakansari Dikritik, AFC Diminta Turun Tangan

Kualifikasi Piala Asia U17: Kualitas Rumput Pakansari Dikritik, AFC Diminta Turun Tangan

Liga Indonesia
Aremania Tak Serang Pemain, Komnas HAM Pertanyakan Penggunaan Gas Air Mata

Aremania Tak Serang Pemain, Komnas HAM Pertanyakan Penggunaan Gas Air Mata

Sports
PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.