Kompas.com - 25/11/2021, 17:57 WIB
Ilustrasi Liga 1 2021-2022. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUIlustrasi Liga 1 2021-2022.

KOMPAS.com - Pekan ke-13 Liga 1 2021-2022 akan ditutup duel Persija Jakarta vs Bali United, mantan juara Liga 1 yang pernah ditangani sosok pelatih sama Stefano "Teco" Cugurra.

Laga di Stadion Manahan Solo, Kamis (25/11/2021), malam tersebut dipastikan berjalan seru.

Apalagi, kedua tim juga sama-sama mengincar poin penuh untuk kembali papan atas.

Kedua Tim dalam Performa Menanjak

Dari segi performa, kedua tim sama-sama menunjukkan tren positif dengan tampil tak terkalahkan pada tiga laga terakhir.

Namun, Persija Jakarta punya kepercayaan diri yang sangat besar setelah mengalahkan rivalnya Persib Bandung 0-1 pada laga sebelum ini.

Hasil itu makin manis karena juga memberikan kekalahan pertama bagi Maung Bandung setelah 11 pekan tak terkalahkan pada awal kompetisi.

Apalagi, Persija Jakarta yang tidak diuntungkan mampu mengalahkan Persib Bandung dengan materi pemain kelas wahid.

Kombinasi dari kepercayaan diri dan keinginan untuk bisa kembali ke papan atas bisa menjadi ancaman nyata bagi Bali United.

Di sisi lain, motivasi Bali United tidak kalah besar. Setelah sempat kesulitan pada awal Seri 2, Serdadu Tridatu  sudah kembali menemukan ritme permainannya.

Kepercayaan diri pemain juga sedang di atas karena berhasil menang dua laga beruntun. Pelatih Stefano Cugurra tentu sudah mempersiapkan siasat khusus untuk mempertahankan tren kemenangan ini.

Adu Tajam Lini Depan

Pemain Persija Jakarta Marko Simic saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya pekan kesembilan Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (26/10/2021) malam.KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain Persija Jakarta Marko Simic saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya pekan kesembilan Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (26/10/2021) malam.

Tidak kalah menarik adalah kehadiran penyerang kedua kubu yang sama-sama produktif dan bertengger di papan top skor.

Persija Jakarta ada Marko Simic, penyerang fenomenal yang menyandang rekor rekor penyerang tersubur sepanjang masa Liga 1 dengan 55 gol.

Sementara, Marko Simic sempat kesulitan menemukan ketajamannya pada lima laga di seri 1 di Liga 1 2021-2022 dengan hanya mampu mencetak dua gol saja.

Namun, produktivitas pemain asal Kroasia melonjak drastis pada beberapa laga terakhir. Dia tercatat sudah menciptakan lima gol dari lima laga terakhir bersama Macan Kemayoran.

Secara keseluruhan, Simic sudah mengemas delapan gol dari 12 laga yang dijalani. Raihan itu mengantarkannya bertengger di posisi ketiga top skor sementara hingga pekan ke-13.

Ketajaman Marko Simic akan ditopang kecepatan dari winger lincah Riko Simanjuntak serta penyerang muda potensial Alfriyanto Nico

Sementara, Bali United memiliki seorang bomber tajam sekelas Ilija Spasojevic.

Penyerang naturalisasi berdarah Montenegro itu sudah sembilan kali mencatatkan namanya di papan skor.

Pencapaian tersebut membuatnya bertengger di posisi kedua top skor sementara hingga pekan ke-13.

Berbeda dengan Marko Simic, dia memiliki banyak pemain yang bisa membantu. Ada Melvin Platje, Stefano Lilipaly, Yabes Roni di sisi flank dan ada Eber Bessa yang kerap menusuk dari lini tengah.

Lini belakang Persija Jakarta butuh konsentrasi lebih karena semua penyerang Bali United punya kemampuan mencetak gol yang baik.

Pemain Bali United seusai melawan PSIS Semarang pada pertandingan pekan 10 Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (31/10/2021) malam.KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain Bali United seusai melawan PSIS Semarang pada pertandingan pekan 10 Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (31/10/2021) malam.

Kedalaman Skuad dan Jeda Pendek AntarLaga

Kedalaman skuad untuk mengatasi jeda antarlaga yang cukup pendek bisa menjadi pembeda Persija dan Bali United.

Seperti diketahui, pada Seri 3 ini jeda antar pekan ke-12 dan pekan ke-13 hanya terpaut sekitar 4-5 hari.

Persija Jakarta hanya memiliki waktu persiapan efektif empat hari, sedangkan Bali United mendapatkan satu hari waktu lebih.

Mepetnya jeda ini membuat recovery pemain menjadi lebih singkat. Sehingga, opsi rotasi pemain menjadi pilihan yang paling realistis.

Persija Jakarta memiliki masalah dengan kedalaman pemain. Ada gap antara tim inti dan tim pelapis yang didominasi oleh pemain-pemain muda.

Sehingga, opsi melakukan rotasi cukup berisiko untuk menghadapi tim skuat Bali United.

Sementara, memainkan pemain-pemain andalan sebagai starter juga tidak kalah beresiko.

Recovery yang tidak maksimal membuat waktu pemulihan pemain terpangkas dan bisa berakibat ke penurunan performa jelang akhir laga.

Apalagi, pada laga terakhir, para pemain Persija Jakarta benar-benar mengerahkan batas maksimalnya sehingga stamina pemain lebih cepat habis pada pertengahan babak kedua.

Dalam poin ini, Bali United masih selangkan lebih unggul dari Persija Jakarta.

Selain punya waktu istirahat yang lebih banyak, komposisi pemain Bali United lebih merata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.