Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beda dengan Ronaldo, Yarmolenko-Lukaku Bertingkah Lucu soal Coca-Cola

Kompas.com - 18/06/2021, 11:45 WIB
Celvin Moniaga Sipahutar,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Andriy Yarmolenko dan Romelu Lukaku turut bertingkah terhadap botol Coca-Cola saat menjalani jumpa pers di Euro 2020.

Coca-Cola yang notabene sponsor turnamen mendapat perhatian khusus di ajang Piala Eropa edisi kali ini.

Hal ini berawal dari aksi Cristiano Ronaldo saat konferensi pers jelang timnas Portugal vs Hongaria di laga Grup F Euro 2020, Senin (14/6/2021) lalu.

CR7 saat itu tampak tak senang dengan keberadaan dua botol Coca-Cola di hadapannya.

Sang megabintang pun menggeser botol minuman bersoda itu ke sisi meja lainnya agar tak tersorot kamera, lalu memamerkan air putih.

Baca juga: Video Aksi Cristiano Ronaldo yang Bikin Coca-Cola Rugi Rp 57 Triliun

Ini bisa dipahami karena Ronaldo merupakan atlet yang sangat menjaga kondisi fisiknya dan punya pola makan sehat.

Bahkan, CR7 pernah mengutarakan bahwa dia melarang anak-anaknya untuk tidak mengonsumsi minuman bersoda.

Aksi Cristiano Ronaldo bak menularkan para pesepak bolanya lainnya di ajang Euro 2020.

Satu di antaranya Paul Pogba yang memindahkan botol bir Heineken dari meja konferensi pers usai laga timnas Perancis vs Jerman, Rabu (16/5/2021).

Namun, banyak kalangan menilai penyebab tindakan itu berbeda karena didasari keyakinan Pogba yang beragama Islam.

Baca juga: Usai Ronaldo Singkirkan Coca-Cola, Paul Pogba Pindahkan Botol Bir

Aksi menggeser botol minuman sponsor Euro 2020 kian menjadi tren dengan Manuel Locatelli yang ikut serta.

Sang gelandang timnas Italia itu melakukannya kala jumpa pers selepas timnya mengahdapi Swiss pada Kamis (17/6/2021).

Sama seperti Ronaldo, Locatelli melakukan aksi dengan menggeser botol Coca-Cola agar tak tersorot kamera.

Tak berhenti sampai situ, kali ini Andriy Yarmolenko dan Romelu Lukaku turut bertingkah terhadap botol sponsor Euro 2020.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, kedua pemain tersebut tak mempermasalahkan keberadaan botol-botol tersebut.

Andriy Yarmolenko menjadi yang paling menyita perhatian karena sempat menyinggung Cristiano Ronaldo.

Baca juga: Respons Coca-Cola soal Aksi Ronaldo: Setiap Orang Punya Selera Minuman Sendiri

Yarmolenko terlihat menyukai Coca-Cola dan sponsor Euro 2020 lainnya, yakni minuman bir Heineken.

Bintang timnas Ukraina itu bahkan sampai mengutarakan ingin bekerja sama dengan dua pabrikan minuman tersebut.

"Bisakah saya melakukan sesuatu? Saya melihat Ronaldo melakukan ini (memindahkan botol Coca-Cola)," ujarnya seraya tertawa setelah Ukraina menang 2-1 atas Makedonia Utara Kamis (17/6/2021) malam WIB.

“Saya ingin memindahkan (botol Coca-Cola) ke sini dan saya ingin memindahkan bir ke sini. Coca Cola dan Heineken, hubungi saya!" ungkap Yarmolenko.

Romelu Lukaku juga melakukan hal yang mirip dengan Yarmolenko dengan mengajak Coca-Cola bekerja sama.

Akan tetapi, striker timnas Belgia tersebut tak bereaksi terhadap botol bir Heineken.

Menariknya, Lukaku menyingkirkan botol Heineken di tengah konferensi pers.

"Coca-Cola, hubungi Roc Nation (manajemen Lukaku). Kita bisa bekerja sama," tutur Lukaku usai timnas Belgia menang 2-1 atas Denmark, Kamis malam.

Terkait aksi geser botol sponsor, seorang jubir Euro 2020 sejatinya tak mempermasalahkan hal itu.

"Seorang pemain ditawari air, bersama dengan Coca-Cola, dan Coca-Cola Zero Sugar saat mereka hadir ke konferensi pers kami. Semua berhak atas pilihan minuman mereka," tuturnya.

Akan tetapi, UEFA akhirnya keluar dengan pernyataan lebih lengkap pada Kamis.

"UEFA telah mengingatkan kepada semua tim yang berpartisipasi kalau kemitraan merupakan hal penting terhadap pelaksanaan turnamen dan memastikan pengembangan sepak bola di seantero Eropa, termasuk ke sepak bola usia muda dan wanita," ujar penyelenggara turnamen tersebut.

Kendati demikian, UEFA melalui Direktur Turnamen Martin Kallen mengutarakan bahwa mereka mengerti aksi pemain seperti Pogba yang menyingkirkan botol bir karena kepercayaan.

Namun, pemain-pemain lain terikat kontrak untuk mengikuti regulasi turnamen.

Ia juga mengatakan, "ada kemungkinan" tim-tim bisa mendapat tindakan disipliner walau mereka tak berniat untuk mendenda para pemain secara langsung dan hukuman apa pun akan diserahkan ke masing-masing federasi.

"Kami dari UEFA tak bakal mendenda pemain langsung. Kami akan melakukan ini langsung dari asosiasi nasional dan mereka yang bakal menentukan apakah akan menjatuhkan denda," tutur Kallen lagi.

"Namun, kami sekarang ini tak akan mengejar para pemain. Kami punya regulasi yang ditandatangani oleh federasi-federasi yang berpartisipasi."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com