Kelanjutan Liga 1 Harus Diselesaikan dengan "Bahasa Bola"

Kompas.com - 28/10/2020, 14:09 WIB
Pemain Arema FC Kushedya Hari Yudo mencetak gol keempat ke gawang Madura United saat game latihan bersama yang berakhir dengan skor 4-3 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore.
KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC Kushedya Hari Yudo mencetak gol keempat ke gawang Madura United saat game latihan bersama yang berakhir dengan skor 4-3 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan masalah kelanjutan kompetisi 2020 harus dilihat dari sisi yang sama, yakni sepak bola.

Butuh sebuah pembahasan yang melibatkan pihak-pihak dengan frekuensi yang sama agar menciptakan sebuah keputusan tepat.

Masalahnya hingga saat ini pembahasan masalah pandemi dan aktivitas sepak bola di Tanah Air masih menggunakan berbagai macam sudut pandang dan latar belakang.

Karena itu, hal tersebut tidak mampu menciptakan persamaan persepsi dalam yang berujung pada drama yang berlarut-larut.

Baca juga: Liga 1 2020 Belum Jelas, Ardi Idrus Iri dengan Negara Lain

"Justru kalau orang bola, bahasanya bahasa bola. Makanya, karena ini sepak bola, jadi pakai bahasa bola. Disamakan dulu persepsinya, jangan pakai bahasa lain. Bahasa bola ya bahasa bola," kata pria berkacamata itu.

Ruddy Widodo yakin jika yang membahas masalah kelanjutan ini memiliki wawasan dan persepsi yang sama, peluang untuk kelanjutan kompetisi 2020 akan semakin besar.

Sebab, dari segi protokol kesehatan, PSSI dan klub sudah siap sepenuhnya.

Sebagai contoh salah satu kasus mispersepsi yang diketahui Ruddy Wiodo adalah masalah streaming latih tanding antara Arema FC dan Madura United lalu.

Baca juga: Gelar Latihan, Laga Arema FC Vs Madura United Terhenti pada Menit Ke-75

Siaran yang dilakukan secara live di sosial media tersebut menjadi perdebatan sejumlah pihak karena disebut berpotensi menciptakan animo.

Padahal, menurut dia, jika hal tersebut dilihat dari sisi sepak bola justru sebaliknya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X