Kiper Borneo FC Beberkan Cerita Perjalanan Karier

Kompas.com - 12/06/2020, 08:20 WIB
Debut Gianluca Pandeynuwu, penjaga gawang Borneo FC saat Pekan 22 LIga 1 2019 melawan Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019) malam. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYUDebut Gianluca Pandeynuwu, penjaga gawang Borneo FC saat Pekan 22 LIga 1 2019 melawan Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019) malam.

TOMOHON, KOMPAS.com - Kiper Borneo FC, Gianluca Claudio Pandeynuwu, menceritakan masa kecilnya sering ikut sang ayah, Hendra Pandeynuwu, yang juga seorang penjaga gawang latihan.

Meskipun anak seorang kiper, dia tak pernah diarahkan oleh ayahnya untuk meneruskan kiprah sang ayah sebagai seorang kiper.

Akan tetapi, kondisi fisiknya semasa kecil yang gemuk justru membuat pemain kelahiran 9 November 1997 itu diminta menjadi penjaga gawang oleh pelatihnya di level junior dulu.

Baca juga: Mengenal Ikon Baru Borneo FC Bernama Apui

“Jujur, ya, waktu kecil memang enggak diarahin sama papa. Cuma kalau papa latihan, waktu dulu papa masih aktif jadi kiper. Kalau ikut ke lapangan, ya bantu-bantu ikut nangkap sedikit," kata mantan pemain PSPS Pekanbaru itu.

"Nah, saya dulu waktu kecil gendut, badan gembul. Kalau di kampung, anak-anak yang paling gendut jadi kiper. Saya yang disuruh jadi kiper berhubung juga papa saya kiper juga," ujar Gianluca.

Awalnya, Gianluca menyebut posisi bermain favoritnya adalah striker.

Namun, seperti peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, dia diminta mengisi pos penjaga gawang.

“Pas SMP pertama kali ikut pertandingan, awalnya saya ingin jadi striker, saya bilang, 'Coach, saya striker, Coach'. Terus coach bilang, 'Ah enggak, kamu kiper saja, bapakmu kiper juga soalnya'. Iya, sejak itu jadi kiper sampai sekarang,” ucap pemain berusia 22 tahun tersebut.

Pada awal karier profesionalnya,  Gianluca Pandeynuwu mengaku bahwa pada tahun 2015 dia mengikuti seleksi di Borneo FC U-21.

Akan tetapi, akibat dihentikannya kompetisi waktu itu karena dibekukan FIFA, dia gagal merasakan debut perdananya bersama tim profesional.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X