Penyesalan Frenkie de Jong atas Pemecetan Ernesto Valverde

Kompas.com - 08/06/2020, 11:00 WIB
Gelandang Barcelona asal Belanda, Frenkie De Jong berlari dengan bola saat pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Valladolid FC di stadion Camp Nou di Barcelona pada 29 Oktober 2019. AFP/LLUIS GENEGelandang Barcelona asal Belanda, Frenkie De Jong berlari dengan bola saat pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Valladolid FC di stadion Camp Nou di Barcelona pada 29 Oktober 2019.


KOMPAS.com - Kepergian Ernesto Valverde dari kursi kepelatihan membuat Frenkie de Jong merasa menyesal dan bersalah. 

Dengan dipecatnya Ernesto Valverde, Frenkie de Jong menyadari tuntutan dan ekspektasi tinggi dari klub sekelas Barcelona

Seperti yang diketahui, Ernesto Valverde dipecat pada 13 Januari 2020 menyusul performa buruk Barcelona selama periode kepelatihannya.

Kegagalan Barcelona meraih Piala Super Spanyol membuat Barcelona yakin mengakhiri kerja sama dengan Valverde.

Barcelona harus memupus impiannya meraih trofi Piala Super Spanyol setelah dikalahkan Atletico Madrid di semifinal.

Baca juga: Frenkie de Jong: Olahraga Dapat Mainkan Peran dalam Perangi Rasialisme

Saat Valverde dipecat, Barcelona sedang berada di puncak klasemen dan telah memastikan tempat di 16 besar Liga Champions. 

Menanggapi pemecatan Valverde, Frenkie de Jong pun menyadari bahwa tuntutan pelatih di klub top Spanyol sangat tinggi.

"Terutama di Barcelona. Kondisinya sedikit mirip dengan di Ajax Amsterdam. Anda harus bermain bagus dan memenangi segalanya," kata Frenkie de Jong yang dilansir dari Goal.

"Ketika salah satu dari dua hal tersebut tidak ada, situasinya menjadi sulit bagi tim dan pelatih. Jadi tekanannya sangat tinggi di sini," ujarnya.

"Mereka menuntut sepak bola terbaik di dunia dan mereka ingin memenangi setiap gelar. Namun, saya suka dengan ide tersebut," ucap eks pemain Ajax Amsterdam ini.

Baca juga: Lautaro Martinez Bakal Jadi Ban Serep di Barcelona, tetapi...

Meskipun demikian, Frenkie de Jong tak menampik dia merasa menyesal dan bersalah ketika Valverde dipecat.

"Ya tentu saja. Karena ketika seorang pelatih dipecat itu selalu tentang cara tim bermain dan kami pun merupakan tanggung jawab pelatih," kata De Jong.

"Tentu saja Anda merasa bersalah karena pada akhirnya para pemain yang harus membuktikan diri di lapangan."

"Kami tidak bermain buruk sebab kami berada di peringkat pertama ketika dia pergi," ucap Frenkie de Jong mengakhiri.



Sumber GOAL
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X