Alasan Liverpool Kalah dari Spurs Sebagai Klub Paling Berharga di Liga Inggris

Kompas.com - 29/04/2020, 22:20 WIB
Bek Liverpool, Dejan Lovren (tengah) AFP/JULIAN FINNEY / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGESBek Liverpool, Dejan Lovren (tengah)

Penelitian Kieran Maguire ini berdasarkan laporan keuangan yang diberikan setiap klub Liga Inggris.

Ia menentukan harga pasar berdasarkan angka pemasukan, keuntungan-ketuntungan, biaya tak berulang, rataan profit dari penjualan pemain dalam periode tiga tahun, aset bersih, gaji pemain, dan proporsi kursi penonton yang terjual.

Maguire mengungkapkan kalau Spurs bisa menjadi klub dengan harga pasar terbesar di Liga Inggris karena dapat menembus final Liga Champions dan finish konsisten di empat besar Premier League walau memiliki bujet 100-150 juta pound lebih kecil ketimbang klub-klub Big Six lainnya.

Baca juga: Tim Buntut Liga Inggris Pertahankan Alasan Rumahkan Pegawai

"Alhasil, mereka mencatatkan profit lebih dan ini tercermin di angka penilaian akhir. Spurs bisa mengontrol gaji pemain mereka dan merengkuh untung di bursa transfer sehingga mereka berdiri sendiri di banding klub-klub rival," tuturnya.

Spurs membelanjakan 39 persen pemasukan per tahun mereka untuk membayar gaji pemain, rasio terendah di Premier League.

Sebagai eprbandingan, Leicester City menghabiskan 84 persen pemasukan untuk membayar para personel mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X