Kompas.com - 10/01/2020, 13:40 WIB
Pelatih baru timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengangkat jersey Merah Putih pada sesi perkenalan di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Sabtu (28/12/2019). BOLASPORT.com/Mochamad Hary PrasetyaPelatih baru timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengangkat jersey Merah Putih pada sesi perkenalan di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Sabtu (28/12/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Naiknya juru taktik asal Korea Selatan, Shin Tae-yong sebagai pelatih tim nasional Indonesia memunculkan banyak cerita.

Bak drama, salah satu episode yang cukup menarik perhatian adalah konflik yang melibatkan PSSI dengan Fakhri Husaini, mantan pelatih timnas U-16 dan U-19.

Di timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan menjabat sebagai manajer sekaligus pelatih yang membawahi seluruh tim, dari level senior hingga kelompok umur, tak terkecuali timnas U-19 yang sempat dipegang Fakhri.

Pada awalnya, PSSI meminta Fakhri agar bersedia menjadi asisten Shin Tae-yong. Namun, permintaan tersebut ternyata ditolak.

Meski menghormati keputusan Fakhri, PSSI menyayangkan penolakan tersebut. Sebab, PSSI menganggap Fakhri sebagai pelatih bagus dan berprestasi yang bisa membantu pembinaan sepak bola nasional.

"Namun, yang bersangkutan menyatakan di media kalau ia tidak bersedia ditugaskan sebagai asisten Shin Tae-yong. Kami hargai keputusannya," ucap Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri.

Baca juga: Gong Oh Kyun, Pelatih Timnas U19 yang Jauh dari Rekomendasi Fakhri Husaini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cucu mengatakan, PSSI akan terus berupaya untuk memasukkan nama Fakhri Husaini di jajaran pelatih timnas Indonesia.

"PSSI sedang mencari alternatif tempat yang pas dan Fakhri bersedia," kata Cucu melanjutkan.

Fakhri mengaku punya beberapa alasan di balik keputusannya menolak tawaran PSSI.

Pertama, PSSI melalui Danurwindo tidak bisa memberikan alasan yang memuaskan terkait penunjukan Fakhri sebagai asisten Shin Tae-Yong.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini.

Hal itu membuat Fakhri beranggapan bahwa PSSI menawarkan posisi asisten karena statusnya sebagai pelatih lokal.

“Kalau misalnya, saya dianggap tak mampu tangani tim, saya menganggap mereka melecehkan saya sebagai pelatih lokal," kata Fakhri kepada Antara di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

"Kecuali, kami gagal kemarin di kualifikasi Piala Asia U-19 atau lolos ke putaran final sebagai runner-up terbaik atau lolos dengan tersandung-sandung, okelah. Saya tidak melihat alasan seperti itu."

Alasan kedua, Fakhri tidak ingin meninggalkan jajaran asisten, “kit man”, dan ofisial timnas U-19 yang membantunya sepanjang 2019. Pelatih asal Aceh ini tidak ingin terkesan menyelamatkan diri sendiri.

Alasan lain, pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-16 2018 tersebut menilai posisi asisten pelatih tidak memberikan tantangan dalam karier dia.

Baca juga: Saran ke PSSI untuk Penggantinya, Fakhri Husaini Minta Pelatih Lokal

“Kalau saya mau berpikir enak, berpikir nyaman, saya akan menerima jabatan itu. Jabatan asisten pelatih itu paling enak," kata Fakhri.

"Andai tim gagal, dia tidak diapa-apakan orang, ngumpet di balik ketiak pelatih kepala. Saya tidak akan melakukan itu meski dari awal siap menerima resiko apa pun itu,” tutur Fakhri lagi.

PSSI, Shin Tae-yong, beserta jajaran pelatih timnas Indonesia.DOK. PSSI PSSI, Shin Tae-yong, beserta jajaran pelatih timnas Indonesia.

Struktur Baru Kepelatihan di Timnas

PSSI mengumumkan memperbarui struktur kepelatihan timnas di level usia muda.

Dalam struktur yang baru ini, setiap timnas kelompok umur nantinya tetap memiliki pelatih sendiri.

Namun, mereka tetap berada di bawah pengawasan Shin Tae-yong.

Kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya, karena dalam struktur tim tidak ada jabatan yang lebih tinggi dari pelatih timnas U-16, U-19 dan U-23.

Pada sistem lama, juru taktik timnas berada langsung di bawah direktur teknik PSSI.

Dalam rapat koordinasi PSSI dan Shin Tae-yong di Kantor PSSI, Kamis (9/1/2020), turut hadir Indra Sjafri serta Nova Arianto.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa timnas U-16, U-19, dan U-23 memiliki pelatih masing-masing.

Sama seperti tahun 2019, timnas U-16 yang pada tahun 2020 akan berlaga di Piala AFF dan Piala Asia masih akan dilatih oleh Bima Sakti.

Baca juga: Status Karyawan PT Halangi Fakhri Husaini Tangani Klub Liga Indonesia

Lalu timnas U-19, yang disiapkan untuk Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021, akan dipimpin oleh pelatih Gong Oh Kyun dan Nova Arianto.

Gong Oh Kyun adalah asisten pelatih timnas U-20 Korea Selatan ketika menjadi “runner up” di Piala Dunia U-20 tahun 2019.

Sementara itu, timnas U-23 dipimpin oleh pelatih Indra Sjafri dan pelatih Korea Selatan Kim Woo Jae.

Indra Sjafri telah membuktikan kualitasnya dengan membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013, Piala AFF U-22 2019, merebut medali perak SEA Games 2019,

Khusus di timnas senior tidak ada pengawas karena langsung dipegang oleh Shin Tae-Yong, dengan asistensi dari Indra Sjafri serta pelatih kiper Kim Hae Woon.

Adapun jabatan pelatih fisik timnas Indonesia diberikan kepada Lee Jae-Hong.

“Harapan kami semuanya bertanggung jawab kepada Shin Tae-Yong,” kata Cucu Soemantri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Raventus, Anak Lius Pongoh, Tugas di Paralimpiade Tokyo dan Saksi Kembalinya Piala Thomas

Kisah Raventus, Anak Lius Pongoh, Tugas di Paralimpiade Tokyo dan Saksi Kembalinya Piala Thomas

Badminton
Djokovic Jaga Nama Besar The Big 3 saat Nadal dan Federer Tenggelam

Djokovic Jaga Nama Besar The Big 3 saat Nadal dan Federer Tenggelam

Sports
Piala AFF Indonesia Vs Kamboja - Garuda Siap Raih Poin Penuh Perdana

Piala AFF Indonesia Vs Kamboja - Garuda Siap Raih Poin Penuh Perdana

Liga Indonesia
Sampdoria Vs Lazio 1-3: Panggung Ciro Immobile, Si Cakar Tajam Elang Ibu Kota

Sampdoria Vs Lazio 1-3: Panggung Ciro Immobile, Si Cakar Tajam Elang Ibu Kota

Sports
Jadwal Piala AFF 2020: Kamboja Vs Malaysia, Vietnam Beraksi, Indonesia...

Jadwal Piala AFF 2020: Kamboja Vs Malaysia, Vietnam Beraksi, Indonesia...

Liga Indonesia
Kalah dari Persib, Fabio Lefundes Akui Madura United Telat Panas

Kalah dari Persib, Fabio Lefundes Akui Madura United Telat Panas

Liga Indonesia
Hasil dan Klasemen Liga Italia, Juventus Kian Dekat Tembus 4 Besar

Hasil dan Klasemen Liga Italia, Juventus Kian Dekat Tembus 4 Besar

Liga Italia
Kasus Covid-19 Meningkat, Laga Bayern Vs Barcelona Digelar Tanpa Penonton

Kasus Covid-19 Meningkat, Laga Bayern Vs Barcelona Digelar Tanpa Penonton

Liga Champions
Hasil dan Klasemen Liga 1: Arema FC Tergusur Persib, Borneo 6 Besar

Hasil dan Klasemen Liga 1: Arema FC Tergusur Persib, Borneo 6 Besar

Liga Indonesia
Eduardo Almeida: Ketika Mulut Besar Mulai Terjawab

Eduardo Almeida: Ketika Mulut Besar Mulai Terjawab

Sports
Sindiran Piala Kosong dan Bonus dari Kas Negara

Sindiran Piala Kosong dan Bonus dari Kas Negara

Sports
Klasemen Liga Inggris: Rangnick Bawa Man United Gusur Arsenal

Klasemen Liga Inggris: Rangnick Bawa Man United Gusur Arsenal

Liga Inggris
BWF World Tour Finals: Curhat Marcus/Kevin, Pengakuan Chiharu Shida, hingga Catatan Hattrick di Bali

BWF World Tour Finals: Curhat Marcus/Kevin, Pengakuan Chiharu Shida, hingga Catatan Hattrick di Bali

Badminton
Klasemen Formula 1, Hamilton dan Verstappen Sengit hingga Akhir

Klasemen Formula 1, Hamilton dan Verstappen Sengit hingga Akhir

Sports
Hasil Juventus Vs Genoa: Menang 2-0, Bianconeri Gusur Roma dan Fiorentina

Hasil Juventus Vs Genoa: Menang 2-0, Bianconeri Gusur Roma dan Fiorentina

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.