Kepercayaan Diri Kevin Sanjaya Mempengaruhi Lawan-lawannya

Kompas.com - 10/11/2019, 16:18 WIB
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGanda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16.

KOMPAS.com -  Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo lolos ke final Fuzhou China Open 2019 setelah mengalahkan pasangan India, Chirag Shetty/Satwiksaraj Rankireddy.

Marcus/Kevin menang 21-16, 22-20 dalam durasi pertandingan 40 menit di Haixia Olympic Sports Center, Sabtu (9/11/2019).

Dengan kemenangan tersebut, ganda putra nomor satu dunia itu unggul 8-0 dalam rekor pertemuan dengan pasangan India tersebut.

Pertemuan terakhir terjadi dalam final French Open 2019 pekan lalu.

Kala itu, Minions juga menang straight game 21-18, 21-16 atas Shetty/Rankireddy.

Baca juga: Fuzhou China Open, Sudah Sampai Final, Marcus/Kevin Ingin Juara Sekalian

Melihat hasil dari delapan pertemuan yang selalu dimenangkan Marcus/Kevin, Chirag Shetty yang selalu berhadapan dengan Kevin di depan net mengatakan bahwa Kevin memiliki keyakinan dan kecepatan yang tidak dimiliki atlet lain.

Meski demikian, Shetty mengatakan bahwa jika seluruh lawan bisa mengendalikan permainan Kevin, maka mereka bisa mengalahkannya.

"Ketika dia memukul shuttlecock, justru kami yang mendapat tekanan. Tetapi kami bisa mengendalikannya sekarang," ujar Shetty seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi BWF.

"Dia (Kevin) bisa mendapatkan dua-tiga poin, tetapi dia juga akan memberikan tiga-empat poin kepada kami. Jadi kami tidak perlu khawatir tentang itu. Jika kami bisa mengendalikan itu, kami bisa mengalahkannya," lanjutnya.

Antisipasi Kevin terhadap shuttlecock dan pengembalian apiknya cenderung membuat lawan tidak merasa percaya diri.

Baca juga: Pengamat Bulu Tangkis Sebut Ada Inkonsistensi di Sektor Tunggal

"Kepercayaan diri Kevin memang bisa mempengaruhi lawan. Biasanya, jika saya berusaha keras, hampir tidak ada pasangan di dunia yang bisa mengembalikan shuttlecock dengan cepat seperti yang saya lakukan," ucapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BWF
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X