Mengenal Julius Josel, Penerus Eksistensi Pesepak Bola Papua di Persib

Kompas.com - 09/10/2019, 20:00 WIB
Penyerang muda Persib Bandung, Julius Josel. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPenyerang muda Persib Bandung, Julius Josel.

BANDUNG, KOMPAS.com  - Memasuki putaran kedua Liga 1 2019, Persib Bandung melakukan perombakan pada komposisi pemain U-23 dalam skuatnya.

Klub berjulukan Maung Bandung, melepas empat nama; Muhammad Wildan Ramdhani, Muchlis Hadi, Puja Abdillah, dan Agung Mulyadi ke Blitar Bandung United dengan status pinjaman.

Sebagai gantinya, Persib mempromosikan tiga pemain dari tim U-20. 

Mereka adalah Ilham Qolba, Mario Jardel, dan Julius Josel. Bagi Qolba dan Jardel, ini bukan kali pertama mereka promosi ke tim senior.

Baca juga: Jose Mourinho Mulai Incar Kursi Pelatih Tottenham Hotspur

Pada musim 2018, Qolba dan Jardel sempat memperkuat Persib senior pada ajang Piala Indonesia.

Tidak hanya masuk skuat, keduanya juga diberi kesempatan bermain oleh Mario Carlos Gomez, pelatih Persib saat itu, dalam laga babak 128 besar melawan PSKC Kota Cimahi.  

Sementara bagi Josel, ini menjadi kesempatan pertamanya unjuk gigi bersama tim senior Persib.

Josel tidak menyangka bisa mendapatkan kontrak bersama tim senior Persib. Sebab, awalnya dia dipanggil hanya untuk ikut latihan.

Akan tetapi, dalam beberapa sesi latihan, Josel bisa menunjukkan performa yang cukup baik.

Karena itu, tim pelatih Persib pun memutuskan turut mempromosikannya ke tim senior.

“Puji Tuhan sebuah kebanggaan bagi saya sendiri dan juga sebuah motivasi bagi saya anak muda, karena tidak semua anak muda bisa masuk ke tim Persib,” kata Josel.

"Ini sebuah kebanggaan yang tidak boleh saya sia-siakan. Saya harus buktikan kepada orang-orang yang sudah percaya kepada saya, bahwa saya di sini benar-benar terpilih karena kemampuan saya,” sambung dia.

Sebagai pesepak bola muda, Josel punya bakat yang cukup mumpuni.

Biasa beroperasi di lini depan, dia memiliki kecepatan dan ketajaman untuk mencetak gol.

Berbagai prestasi pun banyak dia torehkan di kompetisi lintas usia. Paling prestisius tentunya gelar juara di Liga 1 U-19.

Josel bahkan meraih gelar tersebut sebanyak dua kali, secara beruntun, dengan dua tim berbeda.

Pada Liga 1 U-19 2017, Josel berhasil meraih gelar juara bersama Persipura Jayapura. Semusim kemudian, dia membawa Persib juara pada ajang tersebut.  

Josel bercerita mengenai awal mula dirinya bisa bergabung bersama Persib U-19.

Saat itu, dia sebenarnya tidak ada niatan untuk bergabung bersama Persib, tujuannya datang ke Bandung adalah untuk meneruskan pendidikan tingginya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Akan tetapi, takdir berkata lain, Josel ditawari bermain bersama Persib U-19 yang saat itu sedang dalam masa persiapan menghadapi putaran kedua.

Tanpa pikir panjang, Josel pun mengindahkan ajakan tersebut.

“Sebelum masuk Persib tujuan awal saya datang ke Persib itu kuliah, di UPI ambil jurusan olahraga di FPOK. Pas baru masuk kuliah, langsung dipanggil Persib U-19 gabung di putaran kedua, puji tuhan bisa bawa juara sampai berlanjut sekarang di senior,” ujar dia.

Nama besar Persib bukan satu-satunya alasan dia menerima pinangan Maung Ngora, julukan Persib U-19.

Akan tetapi, bagi Jose, Bandung adalah kota yang menyimpan banyak kenangan indah masa kecilnya dulu.

Meski darah Papua mengalir kental dalam tubuhnya, bagi Josel, Bandung tetap memiliki tempat khusus di hatinya.

Bandung adalah kota kelahiran Josel. Di Kota Kembang ini juga, dia menghabiskan masa kecilnya.

Kebetulan, kedua orang tuanya juga berkuliah dan sempat bekerja di Bandung.

"Ayah saya asli dari Raja Ampat,  kalau ibu dari Biak. Dulu ayah kuliah di Bandung, kalau ibu Koas, tentara di Pusdikoad di lembang,” tutur Josel.

"Kemudian sampai saya mau empat tahun langsung orang tua pindah ke Papua. Tetapi setiap tahunya pasti ke Bandung untuk natalan. Jadi, Bandung sudah seperti kampung sendiri di sini,” terang dia.

Kehadiran Josel di tim Persib, membuat eksistensi pemain Papua di skuat Maung Bandung berlanjut.

Baca juga: Belum Dapat Kepastian soal GBLA, Persib Ingin Bangun Stadion Sendiri

 

Josel, tercatat sebagai pemain Papua ke-7 yang memperkuat Persib.

Persinggungan antara Persib dengan pemain asal Papua sejatinya sudah berlangsung lama, tepatnya sejak medio 1980-an.

Pemain Papua pertama yang membela Persib adalah Cornelis Rudolf.

Tidak banyak data dan kisah mengenai perjalanan karier Rudolf bersama Pangeran Biru.

Yang pasti, Rudolf turut berkontribusi membawa Persib juara di kompetisi Perserikatan musim 1985.

Setelah Rudolf, nama-nama seperti Alexander Pulalo, Yanto Basna, David Laly, hingga Patrich Wanggai silih berganti menjadi pemain asal Papua yang memperkuat Persib.

Dan pada musim 2019 ini, Josel yang kemudian meneruskan eksistensi pemain asal Papua di Persib.

"Tetapi di sini semua persaingan secara baik, positif saling respek satu sama lain. Tinggal sebagaimana kembali dari diri kita ya ketika kita dipasang kita siap, kembali dari diri kita,”  terang dia.

Bagi Josel, bergabung bersama Persib menjadi salah satu ajang untuk mengasah pengalaman dan kemampuan olah bolanya.

Dia menyadari, persaingan untuk menembus skuat utama Persib sangat sulit, karena Maung Bandung dihuni banyak pemain bintang di setiap posisinya.

Akan tetapi, Josel bertekad berusaha keras agar bisa menambah pengalaman dan jam terbangnya dengan bermain dalam beberapa laga di Liga 1 2019.

Josel mengaku punya mimpi yang tinggi untuk bisa bermain di luar negeri. Untuk mencapai target tersebut, Josel harus bekerja ekstra keras.

"Target saya harus ke luar negeri biar tambah lebih baik lagi, timnas juga itu sudah pasti semua punya impian buat main di timnas,” tutur pemain kelahiran 21 September 1998.

“Ini adalah salah satu ibaratnya jalan untuk ke depannya. Kita kan tidak tahu yang penting kita berdoa dan berusaha saja,” tegas dia.  

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X