Terikat dengan Arsenal, Arsene Wenger Tolak Latih Klub Premier League

Kompas.com - 08/10/2019, 08:25 WIB
Arsene Wenger melambaikan tangan ke arah penonton di Stadion Emirates seusai laga Arsenal vs Burnley, 6 Mei 2018. AFP/ADRIAN DENNISArsene Wenger melambaikan tangan ke arah penonton di Stadion Emirates seusai laga Arsenal vs Burnley, 6 Mei 2018.
|

KOMPAS.com - Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengaku telah menolak tawaran untuk melatih di klub Premier League, kasta teratas Liga Inggris.

Wenger mengatakan hal tersebut karena dia merasa masih "memiliki ikatan" dengan Arsenal.

Sebelumnya, sosok asal Perancis yang kini berusia 69 tahun itu meninggalkan perannya sebagai pelatih The Gunners, julukan Arsenal, pada Mei 2018 setelah 22 tahun.

Saat ini, dia belum memutuskan langkah selanjutnya.

Namun, dikutip dari SkySports, Wenger mengaku telah menolak untuk kembali melatih di Inggris.

Baca juga: Arsene Wenger Konfirmasi Terima Sejumlah Tawaran

"Saya 'seorang Arsenal' dan setelah itu saya seorang profesional. Saya tidak bisa berhenti bekerja," kata Wenger, Senin (7/10/2019).

"Saya memutuskan untuk keluar dari Premier League karena saya terlalu dikaitkan dengan Arsenal. Saya memiliki kesempatan untuk bekerja di Inggris, tetapi saya menolak," ujarnya.

Akan tetapi, Wenger tak ingin memberi tahu klub mana yang tertarik menggunakan jasanya.

Dia memiliki alasan terkait hal tersebut.

"Saya tidak ingin memberi tahu Anda (klub mana) karena ada orang yang bertanggung jawab dan itu tidak adil bagi mereka," tuturnya.

Baca juga: Marco Giampaolo Keluar, Arsene Wenger Masuk?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Sky Sports
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X