Resmi, Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI 2019-2023

Kompas.com - 03/07/2019, 07:38 WIB
Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023, Marciano Norman (kiri), saat mengunjungi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi di kantornya di Jakarta. Dok. KONICalon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023, Marciano Norman (kiri), saat mengunjungi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi di kantornya di Jakarta.

KOMPAS.com - Teka-teki siapa yang menjadi Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) selanjutnya akhirnya terjawab.

Adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman yang terpilih sebagai Ketum KONI periode 2019-2023 usai terpilih secara aklamasi.

Marciano Norman maju sebagai kandidat tunggal setelah dinyatakan lolos dari persyaratan yang ada dalam Keputusan Rapat Anggota KONI Tahun 2019 dan sesuai dengan Pasal 32 ayat 5 huruf (g) Anggaran Dasar KONI serta Keputusan Ketua umum KONI Pusat Nomor 4B dan menjadi calon tunggal.

Baca juga: KONI Tidak Bisa Terus Bergantung Pada APBN

Untuk rekam jejaknya, pria 64 tahun itu memiliki banyak pengalaman di dunia olahraga.

Ia pernah diberi mandat untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) selama dua periode, serta dipercaya menjadi Ketua Inkai Kalimantan Barat dan Pembina Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi).

Marciano Norman yang juga mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) itu mengajukan diri sebagai Ketua Umum KONI karena ia menganggap olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga kehormatan bangsa.

Menurutnya, melalui olahraga masyarakat Indonesia bisa bersatu tanpa memandang adanya perbedaan ras, suku, serta agama.

“Bicara olahraga berarti berbicara merah putih,” katanya, usai ditetapkan sebagai Ketum KONI di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Marciano Norman Lolos Persyaratan sebagai Calon Ketua Umum KONI

Setela ditetapkan sebagai Ketum KONI, ia mempunyai keinginannya bertemu dengan para atlet Indonesia.

Hal tersebut bertujuan untuk mendengarkan kritik, saran, serta pendapat para atlet sebagai bentuk kontribusi memajukan KONI menjadi lebih baik.

“Jangan jadikan atlet takut menyampaikan pendapat karena jika kritik mereka bagus maka bisa membantu kita untuk membangun olahraga untuk ke depannya,” ujarnya.

Marciano juga memiliki niatan untuk membuat olahraga sebagai salah satu media pembangunan karakter para generasi muda dengan menjadikan para atlet berprestasi sebagai inspirasi.

“Menempatkan Indonesia bisa sejajar dengan dunia agar kita melihat atlet-atlet kita berdiri di tempat paling tinggi. Kita jadikan atlet tersebut sebagai inspirasi anak-anak Indonesia."

“Kuncinya adalah kebersamaan kita, marilah kita bersatu memajukan olahraga Indonesia menuju dunia,” pungkasnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X