Indonesia-Australia Dinilai Ideal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Kompas.com - 27/06/2019, 11:45 WIB
Suasana upacara pembukaan Piala Dunia 2014, di Corinthians Arena, Sao Paolo, Kamis (12/6/2014). DIMITAR DILKOFF / AFPSuasana upacara pembukaan Piala Dunia 2014, di Corinthians Arena, Sao Paolo, Kamis (12/6/2014).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa duet Indonesia dan Australia sangat ideal untuk maju di pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2034.

Pasalnya, kata Tisha, Australia punya banyak pengalaman dalam menggelar turnamen internasional.

Sementara itu, Indonesia punya nilai plus dalam hal "heritage", sesuatu yang menjadi daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan Piala Dunia.

Sementara dalam segi infrastruktur, Tisha menilai kondisi Indonesia dan Australia relatif tidak jauh berbeda.

"Jadi Australia dan Indonesia ini kombinasi yang strong," kata Tisha di Jakarta, Rabu (27/6/2019).

Baca juga: Tanpa ASEAN, PSSI Ingin Gandeng Australia Helat Piala Dunia 2034

Sebelum ASEAN melontarkan rencana menjadi tuan rumah bersama yang melibatkan 10 negara.

PSSI sudah berencana ikut bidding dengan hanya menggandeng Australia.

Rencana maju bersama Australia kali pertama muncul saat rapat AFF di Laos beberapa waktu lalu.

Pada awalnya, PSSI ingin maju bersama Thailand. Namun, kata Tisha, Thailand menyatakan tidak siap.

Seiring adanya rencana dari ASEAN, Tisha menyebut federasi sepak bola Asia Tenggara, AFF, akan membahasnya lebih dulu dalam pertemuan di bulan Agustus mendatang.

Ia menyebut AFF menyambut baik usulan tersebut.

Namun, AFF juga akan mengkonfirmasi ke FIFA apakah boleh pengajuan tuan rumah lebih dari tiga negara.

"Karena FIFA memiliki aturan joint bid seperti, ada regulasi dan rules yang harus dipatuhi seperti apa," ujar Tisha.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X