Kompas.com - 26/06/2019, 14:49 WIB
Penampilan kesenian di acara pembukaan Piala Dunia 2014 sebelum laga perdana Brasil melawan Kroasia di Itaquerao Stadium di Sao Paulo, Brasil, 13 Juni 2014. AP PHOTO / Andre PennerPenampilan kesenian di acara pembukaan Piala Dunia 2014 sebelum laga perdana Brasil melawan Kroasia di Itaquerao Stadium di Sao Paulo, Brasil, 13 Juni 2014.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PSSI ternyata sudah lebih dulu memiliki rencana terkait pengajuan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Sebelum ASEAN melontarkan rencana menjadi tuan rumah bersama yang melibatkan 10 negara, PSSI berencana ikut bidding dengan hanya menggandeng satu negara, yakni Australia.

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan, rencana maju bersama Australia pertama kali muncul saat rapat AFF di Laos beberapa waktu lalu.

Pada awalnya, PSSI ingin maju bersama Thailand. Namun, kata Tisha, Thailand menyatakan tidak siap.

Baca juga: AFF Dukung ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

"Saat itu, Thailand menyatakan tidak siap. Kemudian PSSI berdiskusi dengan AFF, kemudian kami memutuskan untuk menggandeng Australia untuk bidding Piala Dunia 2034," kata Tisha saat ditemui di kawasan SUGBK, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Meski sudah punya rencana yang berbeda dengan rencana ASEAN, Tisha menyatakan PSSI akan siap mendukung apa pun keputusan yang diambil pemerintah.

Ia menegaskan PSSI selaku federasi sepak bola di Indonesia pasti akan terlibat dalam rencana tersebut.

"Kami lihat dari negara-negara ASEAN karena itu akan dibawa ke rapat AFF mendatang untuk diputuskan. Karena saat ini di AFF, hanya dua negara, PSSI bersama dengan Australia," lanjut Tisha.

Baca juga: Ini Harapan ASEAN untuk Piala Dunia 2034

"Namun apabila nanti yang memenuhi infrastruktur wise, dari mulai Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam, kami lihat bagaimana cara untuk join."

"Karena FIFA memiliki aturan joint bid seperti, ada regulasi dan rules yang harus dipatuhi seperti apa. Namun, kami pasti terbuka dengan semua dukungan dari pemerintah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.