Jelang Final Liga Champions, Pemain Spurs Berlatih Seperti "Binatang"

Kompas.com - 30/05/2019, 14:50 WIB
Andre Onana bergerak lebih cepat daripada Toby Alderweireld saat memperebutkan bola pada laga Tottenham vs Ajax Amsterdam di Stadion Tottenham Hotspur dalam semifinal Liga Champions, 30 April 2019.AFP/EMMANUEL DUNAND Andre Onana bergerak lebih cepat daripada Toby Alderweireld saat memperebutkan bola pada laga Tottenham vs Ajax Amsterdam di Stadion Tottenham Hotspur dalam semifinal Liga Champions, 30 April 2019.

KOMPAS.com - Bek Tottenham Hotpurs, Toby Alderweireld, mengatakan bahwa timnya sudah siap menyambut laga final Liga Champions melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, pada 2 Juni 2019.

Pemain tim nasional Belgia itu menambahkan, Tottenham ingin menang dan membawa trofi "Si Kuping Besar" ke Stadion Tottenham Hotspurs.

Untuk menuntaskan misi tersebut, Alderweireld mengungkapkan bahwa Tottenham harus menampilkan performa terbaik dalam partai puncak. Sang bek pun berujar bahwa timnya telah berlatih keras selama ini.

"Beberapa pekan terakhir kami sudah berlatih seperti binatang," kata pemain berusia 30 tahun itu, seperti dilansir Goal.

Baca juga: Final Liga Champions, Liverpool Memperlakukan Laga Seperti Normal

"Kami mencoba untuk memberikan terbaik setiap harinya karena itu adalah cara kami untuk mempersiapkan laga final dengan baik. Setiap orang ingin berada di posisi ini (ke final Liga Champions), untuk terlibat dan memberikan kemampuan terbaik," kata Alderweireld menambahkan.

Melawan Liverpool nanti adalah laga final Liga Champions kedua bagi Alderweireld. Sebelumnya, ia sudah pernah melakukannya saat masih memperkuat Atletico Madrid.

Berhadapan dengan Real Madrid di final Liga Champions 2014, ia dan Atletico Madrid harus mengakui keunggulan Los Blancos, julukan Real Madrid, lewat dengan skor 1-4. Padahal, pada laga itu timnya masih unggul 1-0 sampai menit ke-90.

Baca juga: Final Liga Champions, Kabar Terakhir Skuad Liverpool dan Spurs

Baru saat injury time, Sergio Ramos berhasil menceploskan bola ke gawang Atletico Madrid lewat tandukannya.

Pertandingan berlanjut ke extra time. Real Madrid yang mendapatkan momentum untuk membalikkan keadaan, berhasil menciptakan tiga gol.

"Kami hampir memenanginya. Ramos mencetak gol pada menit ke-90, dan perasaan waktu itu seperti sulit untuk kalah. Itu kejadian yang sulit diterima karena saya masih 25 tahun. Momen yang aneh," ungkap Aldeweireld tentang laga final pertamanya.

Meski begitu, Alderweireld mengatakan hal itu bisa menjadi pelajaran dan ia siap membawa Tottenham juara Liga Champions musim ini.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X