Kompas.com - 03/04/2019, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan pebulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait tunjangan untuk atlet peraih medali Olimpiade.

Berdasarkan keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Iman Nahrawi pada tahun 2015, atlet peraih medali Olimpiade dan Paralimpiade berhak menerima tunjangan seumur hidup.

Sejak Mei 2016, tercatat ada 37 atlet Indonesia peraih medali Olimpiade dan Paralimpiade yang mendapatkan tunjangan itu.

Baca juga: Timnas Putri Indonesia Dikalahkan India di Kualifikasi Olimpiade 2020

Bagi peraih medali emas akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 20 juta per bulan, kemudian perak senilai Rp 15 juta per bulan, sedangkan perunggu Rp 10 juta per bulan.

Menurut Liliyana yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Tontowi Ahmad, tunjangan itu sempat dia terima selama setahun. Namun, dengan alasan membenahi status hukum, Kemenpora tak lagi mencairkan dana.

"Kalau saya sebagai Olimpian, berharapnya itu saja (tunjangan Olimpiade). Soalnya sudah sempat ada pernyataannya," kata Liliyana pada sela penerimaan Surat Keputusan (SK) CPNS di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

"Prestasi tertinggi bagi atlet olahraga itu kan Olimpiade. Bukannya saya ingin dibedakan, tetapi Olimpiade itu kan levelnya juga berbeda," tutur dia.

Menurut Liliyana, tunjangan Olimpiade yang ia pertanyakan bukan hanya untuk dirinya pribadi, tetapi juga untuk para Olimpian sebelumnya yang tidak mendapatkan jatah CPNS seperti atlet sekarang.

"Kalau PNS ini yang dapat atlet milenial zaman now. Namun, kalau ditarik mundur, zaman Cik Susy (Susy Susanti), Koh Alan (Alan Budikusuma) kan tidak dapat PNS waktu itu," kata Liliyana.

Regulasi kurang kuat

Saat ditanya Kompas.com soal tunjangan Olimpiade, Menpora Imam Nahrawi mengatakan bahwa pencairan dana terkendala karena regulasi yang kurang kuat.

Regulasi tersebut, kata Imam, hanya dibentuk melalui Peraturan Menteri.

"Regulasinya harus diperkuat. Tidak bisa hanya dalam bentuk Peraturan Menteri. Harus ditingkatkan jadi Peraturan Pemerintah," kata Imam yang diwawancarai sebelah Liliyana, di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4/2019) kemarin.

Baca juga: Malaysia Open 2019, Marcus/Kevin Hanya Butuh 24 Menit untuk Lolos

"Ini soal keuangan negara yang harus diselesaikan dengan regulasi yang lebih tinggi. Ke depan harus dinaikkan lagi regulasinya, sehingga lebih kuat dan mengikat," ucap dia.

Jaminan Hari Tua (JHT) untuk peraih medali Olimpiade, diberikan mulai 2 Juni 2016 silam.

Sejak Indonesia ambil bagian di Olimpiade XV 1952 di Helsinki, Finlandia, Indonesia meraih 27 medali, dengan rincian enam emas, 10 perak, dan 11 perunggu dari 34 atlet.

Penerima JHT untuk peraih medali Olimpiade dan Paralimpiade berjumlah 37 atlet.

Namun, pebulu tangkis Mia Audina yang meraih medali perak pada Olimpiade 1996 Atlanta tak menerima JHT karena sudah pindah kewarganegaraan menjadi Belanda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi Segera Naik Ring Lagi Bulan Juli

Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi Segera Naik Ring Lagi Bulan Juli

Sports
Juergen Klopp soal Ingatan Menyakitkan Final Liga Champions 2018

Juergen Klopp soal Ingatan Menyakitkan Final Liga Champions 2018

Sports
Tanpa Trofi Liga Champions, Aksi Penuh Drama Real Madrid Akan Sia-sia

Tanpa Trofi Liga Champions, Aksi Penuh Drama Real Madrid Akan Sia-sia

Liga Champions
Tokyo, Kandidat Kejuaraan Dunia Atletik Lintasan

Tokyo, Kandidat Kejuaraan Dunia Atletik Lintasan

Sports
Bonus Melimpah dan Keluhan Shin Tae-yong yang Tak Berubah

Bonus Melimpah dan Keluhan Shin Tae-yong yang Tak Berubah

Sports
EKSKLUSIF - Stefano Pioli Bahas Ritual Malam Pertama AC Milan dengan Trofi Juara Serie A

EKSKLUSIF - Stefano Pioli Bahas Ritual Malam Pertama AC Milan dengan Trofi Juara Serie A

Liga Italia
Tiket Indonesia Open 2022 di Website Resmi PBSI Ludes Terjual

Tiket Indonesia Open 2022 di Website Resmi PBSI Ludes Terjual

Badminton
Prediksi Skor Liverpool Vs Real Madrid di Final Liga Champions Versi Pebalap MotoGP

Prediksi Skor Liverpool Vs Real Madrid di Final Liga Champions Versi Pebalap MotoGP

Liga Champions
Jordi Amat Yakin Pengalamannya Berguna untuk Timnas Indonesia, asalkan...

Jordi Amat Yakin Pengalamannya Berguna untuk Timnas Indonesia, asalkan...

Liga Indonesia
Liverpool Vs Real Madrid: Ada yang Bilang, The Reds Bisa Menang 3-0!

Liverpool Vs Real Madrid: Ada yang Bilang, The Reds Bisa Menang 3-0!

Liga Champions
Sadio Mane Utamakan Final Liga Champions 2022, Masa Depan Nomor Dua

Sadio Mane Utamakan Final Liga Champions 2022, Masa Depan Nomor Dua

Liga Champions
Liga Tenis Meja Indonesia: Wadah Kompetisi dan Media Penuntas Dahaga

Liga Tenis Meja Indonesia: Wadah Kompetisi dan Media Penuntas Dahaga

Sports
Kata Jordi Amat soal Rumor Gabung Klub Malaysia Johor Darul Takzim

Kata Jordi Amat soal Rumor Gabung Klub Malaysia Johor Darul Takzim

Liga Indonesia
Formula E Jakarta: 22 Mobil Balap Transit di JIS, Tiket Nonton Termurah Sisa 55 Persen

Formula E Jakarta: 22 Mobil Balap Transit di JIS, Tiket Nonton Termurah Sisa 55 Persen

Sports
Daftar Wakil Merah Putih di Indonesia Masters dan Open 2022, Minions Kembali!

Daftar Wakil Merah Putih di Indonesia Masters dan Open 2022, Minions Kembali!

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.