Tumbangnya Edy Rahmayadi dari Ketum PSSI adalah Imbas Perjuangan Revolusi

Kompas.com - 25/03/2019, 19:00 WIB
|

KOMPAS.com - Tumbangnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI disebut-sebut akibat operasi senyap yang dilancarkan oleh Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN).

Hal tersebut diketahui dari pernyataan mantan wartawan olahraga, Yesayas Oktovianus, dalam program Mata Najwa di Trans 7 yang mengusung tema, “PSSI Bisa Apa III: Saatnya Revolusi!”, pada Januari 2019. 

Tiga hari menjelang Kongres PSSI pada 17 Januari 2019, voters atau para pemilik hak suara PSSI menggelar pertemuan rahasia di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka menggalang mosi tidak percaya untuk Edy Rahmayadi yang beberapa hari menjelang kongres bersikukuh tak mau mundur. 

Yesayas mengungkapkan KPSN memang didirikan untuk melengserkan Edy. Karena itu, Yesayas yang mengklaim sebagai pendiri dan sekaligus Ketua KPSN pertama yang hanya berumur sehari, memilih untuk mundur dari tim KPSN.

Yesayas mundur dari tim KPSN karena tidak sanggup memenuhi target melengserkan Edy Rahmayadi dari kursi Ketua Umum PSSI hanya dalam waktu satu bulan. “Target satu bulan itu terlalu berat dan tidak masuk akal,” katanya.

Yesayas menilai mundurnya Edy dari PSSI karena memang sudah tidak nyaman lagi dengan adanya penangkapan demi penangkapan terhadap tersangka match fixing, selain ada mosi tidak percaya yang digalang KPSN melalui voters atau Kongres PSSI di Bali. Itu seperti operasi intelijen yang membuat Edy tidak nyaman.

Baca juga: PSSI Hormati Putusan FIFA soal Status Ezra Walian Tak Bisa Bela Timnas

Suhendra Hadikuntono sebagai Ketua KPSN saat ini menampik klaim Yesayas. Dia menyatakan KPSN didirikan atas dasar rasa keprihatinan yang mendalam atas prestasi sepak bola nasional yang tidak mampu bersaing baik di tingkat regional maupun dunia.

Suhendra mengungkapkan salah satu tujuan mendirikan KPSN adalah memberantas match fixing dan melakukan perubahan terhadap PSSI ke arah yang lebih baik.

“Bahwa dalam perjuangan ke arah PSSI yang lebih baik itu ada pihak-pihak yang menjadi korban, misalnya Ketua Umum mundur atau Plt Ketua Umum menjadi tersangka, itu konsekuensi perjuangan. Revolusi kadang-kadang memang menelan anak kandungnya sendiri,” ujar Suhendra.

Suhendra pun menjawab diplomatis, "Jika saya kalah di Sumut, tapi menang di PSSI, skor jadi seri 1-1 dong."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Piala Dunia 2022: Australia dan Clean Sheet Pertama sejak 1974

Piala Dunia 2022: Australia dan Clean Sheet Pertama sejak 1974

Internasional
Seri Terakhir Indonesian Downhill 2022 Siap Digelar di Lintasan Ekstrem

Seri Terakhir Indonesian Downhill 2022 Siap Digelar di Lintasan Ekstrem

Sports
Sinar Asia di Piala Dunia 2022 Jadi Pelecut Timnas Indonesia Berjaya

Sinar Asia di Piala Dunia 2022 Jadi Pelecut Timnas Indonesia Berjaya

Internasional
Hasil Tunisia Vs Australia 0-1: Socceroos Jaga Asa Akhiri Penantian 16 Tahun

Hasil Tunisia Vs Australia 0-1: Socceroos Jaga Asa Akhiri Penantian 16 Tahun

Internasional
Kepedulian Ronaldo, Hibur dan Tenangkan Kiper Portugal yang Habis Blunder

Kepedulian Ronaldo, Hibur dan Tenangkan Kiper Portugal yang Habis Blunder

Internasional
Menengok Langsung Trofi Piala AFF 2022, Gelar Idaman Timnas Indonesia

Menengok Langsung Trofi Piala AFF 2022, Gelar Idaman Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Link Live Streaming Polandia Vs Arab Saudi di Piala Dunia 2022, Kickoff 20.00 WIB

Link Live Streaming Polandia Vs Arab Saudi di Piala Dunia 2022, Kickoff 20.00 WIB

Internasional
HT Tunisia Vs Australia 0-1: Socceroos Runtuhkan Pertahanan Elang Kartago

HT Tunisia Vs Australia 0-1: Socceroos Runtuhkan Pertahanan Elang Kartago

Internasional
3 Skenario Timnas Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022

3 Skenario Timnas Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2022

Internasional
Prediksi Skor dan Line Up Argentina Vs Meksiko di Piala Dunia 2022

Prediksi Skor dan Line Up Argentina Vs Meksiko di Piala Dunia 2022

Internasional
Argentina Vs Meksiko, Laga Hidup Mati Berhias Rekor Apik Messi

Argentina Vs Meksiko, Laga Hidup Mati Berhias Rekor Apik Messi

Internasional
Link Live Streaming Tunisia Vs Australia di Piala Dunia 2022, Kickoff 17.00 WIB

Link Live Streaming Tunisia Vs Australia di Piala Dunia 2022, Kickoff 17.00 WIB

Internasional
2 Kerugian Argentina jika Kalah dari Meksiko di Piala Dunia 2022

2 Kerugian Argentina jika Kalah dari Meksiko di Piala Dunia 2022

Internasional
Argentina Vs Meksiko, 'Maradona Melihat Messi dkk dari Langit'

Argentina Vs Meksiko, "Maradona Melihat Messi dkk dari Langit"

Internasional
Momen McKennie Kejutkan Fotografer Piala Dunia, Antara Candaan dan Kritik

Momen McKennie Kejutkan Fotografer Piala Dunia, Antara Candaan dan Kritik

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.