Tumbangnya Edy Rahmayadi dari Ketum PSSI adalah Imbas Perjuangan Revolusi

Kompas.com - 25/03/2019, 19:00 WIB
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) berjabat tangan saat menyerahkan bendera organisasi sepak bola Indonesia kepada Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono setelah menyatakan pengunduran diri dalam pembukaan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Djoko Driyono resmi menjabat Ketua Umum PSSI. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAKetua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) berjabat tangan saat menyerahkan bendera organisasi sepak bola Indonesia kepada Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono setelah menyatakan pengunduran diri dalam pembukaan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Djoko Driyono resmi menjabat Ketua Umum PSSI.
|

KOMPAS.com - Tumbangnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI disebut-sebut akibat operasi senyap yang dilancarkan oleh Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN).

Hal tersebut diketahui dari pernyataan mantan wartawan olahraga, Yesayas Oktovianus, dalam program Mata Najwa di Trans 7 yang mengusung tema, “PSSI Bisa Apa III: Saatnya Revolusi!”, pada Januari 2019. 

Tiga hari menjelang Kongres PSSI pada 17 Januari 2019, voters atau para pemilik hak suara PSSI menggelar pertemuan rahasia di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka menggalang mosi tidak percaya untuk Edy Rahmayadi yang beberapa hari menjelang kongres bersikukuh tak mau mundur. 

Yesayas mengungkapkan KPSN memang didirikan untuk melengserkan Edy. Karena itu, Yesayas yang mengklaim sebagai pendiri dan sekaligus Ketua KPSN pertama yang hanya berumur sehari, memilih untuk mundur dari tim KPSN.

Yesayas mundur dari tim KPSN karena tidak sanggup memenuhi target melengserkan Edy Rahmayadi dari kursi Ketua Umum PSSI hanya dalam waktu satu bulan. “Target satu bulan itu terlalu berat dan tidak masuk akal,” katanya.

Yesayas menilai mundurnya Edy dari PSSI karena memang sudah tidak nyaman lagi dengan adanya penangkapan demi penangkapan terhadap tersangka match fixing, selain ada mosi tidak percaya yang digalang KPSN melalui voters atau Kongres PSSI di Bali. Itu seperti operasi intelijen yang membuat Edy tidak nyaman.

Baca juga: PSSI Hormati Putusan FIFA soal Status Ezra Walian Tak Bisa Bela Timnas

Suhendra Hadikuntono sebagai Ketua KPSN saat ini menampik klaim Yesayas. Dia menyatakan KPSN didirikan atas dasar rasa keprihatinan yang mendalam atas prestasi sepak bola nasional yang tidak mampu bersaing baik di tingkat regional maupun dunia.

Suhendra mengungkapkan salah satu tujuan mendirikan KPSN adalah memberantas match fixing dan melakukan perubahan terhadap PSSI ke arah yang lebih baik.

“Bahwa dalam perjuangan ke arah PSSI yang lebih baik itu ada pihak-pihak yang menjadi korban, misalnya Ketua Umum mundur atau Plt Ketua Umum menjadi tersangka, itu konsekuensi perjuangan. Revolusi kadang-kadang memang menelan anak kandungnya sendiri,” ujar Suhendra.

Suhendra pun menjawab diplomatis, "Jika saya kalah di Sumut, tapi menang di PSSI, skor jadi seri 1-1 dong."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Presiden Barcelona: Bartomeu Harus Mengundurkan Diri, Gelar Pemilu Secepat Mungkin

Calon Presiden Barcelona: Bartomeu Harus Mengundurkan Diri, Gelar Pemilu Secepat Mungkin

Liga Spanyol
Bima Sakti Soroti Beberapa Hal yang Harus Dibenahi Timnas U16 Indonesia

Bima Sakti Soroti Beberapa Hal yang Harus Dibenahi Timnas U16 Indonesia

Liga Indonesia
Jadwal dan Klasemen MotoGP 2020, Tiga Besar Dikuasai Yamaha

Jadwal dan Klasemen MotoGP 2020, Tiga Besar Dikuasai Yamaha

Motogp
Barcelona Vs Bayern Muenchen, Hansi Flick Puji Permainan Thomas Mueller dkk

Barcelona Vs Bayern Muenchen, Hansi Flick Puji Permainan Thomas Mueller dkk

Sports
Barcelona Vs Bayern, Barca dan Messi Ulangi Mimpi Buruk 2007-2008

Barcelona Vs Bayern, Barca dan Messi Ulangi Mimpi Buruk 2007-2008

Liga Champions
Alphonso Davies Sudah 'Tertawakan' Messi Sebelum Gilas Barcelona

Alphonso Davies Sudah "Tertawakan" Messi Sebelum Gilas Barcelona

Sports
Rossi: Peluang Juara MotoGP Bukan Hanya Karena Marc Marquez Cedera

Rossi: Peluang Juara MotoGP Bukan Hanya Karena Marc Marquez Cedera

Motogp
Pakar Sepak Bola Spanyol: Kekalahan Barcelona Imbas Kebusukan Bertahun-tahun

Pakar Sepak Bola Spanyol: Kekalahan Barcelona Imbas Kebusukan Bertahun-tahun

Liga Champions
Man United Dicibir Sering Dapat Penalti, Robin van Persie Pasang Badan

Man United Dicibir Sering Dapat Penalti, Robin van Persie Pasang Badan

Sports
Barcelona Vs Bayern - Barca Gugur, Duopoli Ronaldo dan Messi Berakhir

Barcelona Vs Bayern - Barca Gugur, Duopoli Ronaldo dan Messi Berakhir

Liga Champions
Kata-kata Pertama Presiden Barcelona Usai Dipermalukan Bayern Muenchen di Liga Champions

Kata-kata Pertama Presiden Barcelona Usai Dipermalukan Bayern Muenchen di Liga Champions

Sports
Barcelona Kalah Memalukan, Quique Setien Angkat Tangan

Barcelona Kalah Memalukan, Quique Setien Angkat Tangan

Sports
BREAKING NEWS - Barcelona Dilaporkan Pecat Quique Setien

BREAKING NEWS - Barcelona Dilaporkan Pecat Quique Setien

Liga Champions
Permalukan Barcelona dan Lionel Messi, Mueller: Ini Menyenangkan

Permalukan Barcelona dan Lionel Messi, Mueller: Ini Menyenangkan

Sports
Barcelona Vs Bayern Muenchen, Kekalahan Mengenaskan Barca Tuai Sejarah

Barcelona Vs Bayern Muenchen, Kekalahan Mengenaskan Barca Tuai Sejarah

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X