Indonesia Masih Menunggu Kabar Batalnya Filipina Jadi Tuan Rumah SEA Games 2019

Kompas.com - 22/03/2019, 18:40 WIB
Menpora Imam Nahrawi (kanan) mengalungkan bunga kepada pelatih kepala Timnas U 22 Indra Sjafri (kiri) setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/2/2019) malam. Timnas U 22 berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola Piala AFF U 22 dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALMenpora Imam Nahrawi (kanan) mengalungkan bunga kepada pelatih kepala Timnas U 22 Indra Sjafri (kiri) setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/2/2019) malam. Timnas U 22 berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola Piala AFF U 22 dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih menunggu kebenaran kabar resmi batalnya Filipina menjadi tuan rumah SEA Games 2019.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengaku sampai sejauh ini pihaknya maupun Komite Olahraga Indonesia (KOI) dan bahkan Kedutaan Besar Indonesia di Manila belum menerima kabar tersebut.

"Sehingga kami dalam posisi menunggu," kata Imam di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Pindah, Lokasi Pertandingan Bola Basket SEA Games Filipina

Imam menyatakan Indonesia baru saja menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yang notabene satu level di atas SEA Games. Level itulah yang dinilai Imam harus dipertahankan Indonesia.

"Kami akan lebih respons manakala berikutnya kami menjadi tuan rumah multi event yang lebih besar daripada Asian Games," ujar Imam Nahrawi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya