Indonesia Vs Filipina, Fachrudin Ingin Garuda Menang di Laga Terakhir

Kompas.com - 25/11/2018, 09:09 WIB
Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti (kiri) memimpin jalannya latihan timnas Indonesia di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11/2018). Timnas Indonesia akan menjalani laga perdana penyisihan grub B Piala AFF 2018 melawan timnas Singapura di Stadion Nasional, Singapura pada Jumat 9 November 2018.  ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti (kiri) memimpin jalannya latihan timnas Indonesia di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11/2018). Timnas Indonesia akan menjalani laga perdana penyisihan grub B Piala AFF 2018 melawan timnas Singapura di Stadion Nasional, Singapura pada Jumat 9 November 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bek timnas Indonesia, Fachrudin Aryanto, berharap skuad Garuda bisa mengakhiri turnamen Piala AFF 2018 dengan manis meski sudah dipastikan tersingkir.

Indonesia akan menjamu Filipina pada laga pamungkas Grup B di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (25/11/2018). Fachrudin memastikan Indonesia akan habis-habisan mencari kemenangan. 

Fachrudin ingin timnas keluar dari SUGBK dengan kepala tegak.

"Kami mau mengakhiri turnamen dengan kepala tegak. Mohon doa dan dukungan dari suporter," kata Fachruddin dikutip dari situs web Antara.

Baca juga: Link Live Streaming Indonesia vs Filipina

Kegagalan Indonesia lolos ke semifinal menjadi yang ketiga kalinya sepanjang Piala AFF. Kejadian yang sama terjadi pada edisi 2007, 2012, dan 2014.

Menanggapi kegagalan ini, Fachrudin tidak mau berbicara banyak dan memilih untuk intropeksi diri sendiri. Fachrudin menilai waktu persiapan yang mepet juga berpengaruh terhadap anjloknya performa timnas Indonesia.

"Salah satu faktor utamanya mungkin lebih ke teknis, yaitu persiapan yang singkat," ujar Fachruddin.

"Namun, saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Saya pribadi harus lebih banyak belajar," tutur bek Madura United ini menambahkan.

Baca juga: Perhatian Luis Milla kepada Pemain Muda Timnas Indonesia yang Menepi 6 Bulan karena Cedera

Persiapan Indonesia untuk mengikuti Piala AFF 2018 ini memang terbilang sangat minim. Hal ini terlihat dari penunjukan pelatih Bima Sakti hingga pemusatan latihan yang singkat.

PSSI baru menugaskan Bima Sakti menjadi pelatih kepala pada 21 Oktober lalu. Bima Sakti kemudian baru memanggil 23 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan pada 2 November.

Itu artinya, Indonesia hanya melakukan persiapan selama enam hari dan tanpa melakukan uji coba.

Hal ini berbanding terbalik dengan dua tim lain yang mengalahkan Indonesia di Grup B, Thailand dan Singapura. Juara bertahan Thailand sudah melakukan pemusatan latihan dua hari setelah PSSI menunjuk Bima Sakti.

Sementara saat Indonesia baru memulai pemusatan latihan, Singapura baru pulang dari Jepang setelah mengikuti pemusatan latihan selama dua pekan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X