Mengapa Sepak Bola Bisa Jadi Pilihan Anak Muda? - Kompas.com

Mengapa Sepak Bola Bisa Jadi Pilihan Anak Muda?

Kompas.com - 08/11/2018, 06:26 WIB
Kiper SSB Candrabhaga Sendy Permana (nomor punggung 1) dan penyerang Gregorio Veda Ezra (nomor punggung 12) mendengarkan arahan pelatih Tias Tono Taufik pada turnamen U15 Jakarta Timur pada Sabtu (27/10/2018) di Lapangan Brigif 1. Pembinaan usia muda adalah hal penting untuk kemajuan persepakbolaan di Indonesia.Kompas.com/Josephus Primus Kiper SSB Candrabhaga Sendy Permana (nomor punggung 1) dan penyerang Gregorio Veda Ezra (nomor punggung 12) mendengarkan arahan pelatih Tias Tono Taufik pada turnamen U15 Jakarta Timur pada Sabtu (27/10/2018) di Lapangan Brigif 1. Pembinaan usia muda adalah hal penting untuk kemajuan persepakbolaan di Indonesia.


KOMPAS.com - Tak bisa dimungkiri lagi, sepak bola adalah olahraga paling favorit di muka Bumi ini. Di Indonesia, hal yang sama pun terjadi.

Pada bagian dari diskusi kampanye Le Minerale Sports Academy di Jakarta, Selasa (6/11/2018), terkuak alasan mengapa sepak bola bisa menjadi pilihan bagi anak muda.

Adalah pelatih profesional sepak bola Indonesia Ricky Nelson, dalam kesempatan itu yang mengajak kaum muda tertarik berolahraga sepak bola.

"Awalnya harus dari hobi," tutur mantan pelatih klub Liga 2 Persika Karawang ini.

(Baca: Catat Jadwal "Coaching Clinic" oleh Dua Penggawa Timnas U-19)

Hadir pula sebagai pembicara dalam kesempatan itu, kapten timnas sepak bola U-19 Indonesia Nurhidayat Haji Haris dan penggawa timnas sepak bola U-19 Indonesia Witan Sulaeman, serta Marketing Manager Le Minerale Febri Hutama.

"Bermain bola itu sehat," kata Ricky Nelson.

Pelatih profesional sepak bola Indonesia Ricky Nelson, Selasa (6/11/2018). Menurutnya, PSSI membuat kurikulum pembinaan pemain muda untuk 10 tahun ke depan. Kompas.com/Josephus Primus Pelatih profesional sepak bola Indonesia Ricky Nelson, Selasa (6/11/2018). Menurutnya, PSSI membuat kurikulum pembinaan pemain muda untuk 10 tahun ke depan.

"Pada prinsipnya, sepak bola itu permainan yang fairplay dan sportif. Sepak bola itu anti-kekerasan," imbuh pelatih kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menegaskan.

(Baca: Pesepak Bola Muda Mau Berprestasi, Ikut Tiga Cara Ini)

Silaturahim

Kapten timnas sepak bola U-19 Indonesia Nurhidayat Haji Haris (kiri) dan penggawa timnas sepak bola U-19 Indonesia Witan Sulaeman (kanan) berpose pada kampanye Le Minerale Sports Academy di Jakarta, Selasa (6/11/2018). Kompas.com/Josephus Primus Kapten timnas sepak bola U-19 Indonesia Nurhidayat Haji Haris (kiri) dan penggawa timnas sepak bola U-19 Indonesia Witan Sulaeman (kanan) berpose pada kampanye Le Minerale Sports Academy di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Sepak bola, di zaman sekarang lanjut, Ricky, adalah hobi yang bisa berlanjut pada pekerjaan.

"Manfaat sepak bola ya banyak," kata Ricky yang lahir pada 25 Juli 1980.

Sementara itu, Nurhidayat punya pandangan bahwa dengan sepak bola, dirinya bisa banyak berjumpa dengan banyak teman dari berbagai kota.

Lebih lanjut, penggawa klub Liga 1 Bhayangkara FC itu menambahkan,"Sepak bola mengajarkan kita bersilaturahim."

Lain lagi pandangan Witan Sulaeman.

"Dari sepak bola, selain bikin tubuh kita sehat. Karena, itu kan olahraga," ujar kelahiran Palu, Sulawesi Tengah pada 8 Oktober 2001 ini.

"Buat saya khususnya, saya bisa ke luar negeri karena sepak bola," pungkas siswa kelas XII Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta Selatan ini.

(Baca: Lebih Setahun Tak "Pulkam", Kapten Timnas U-19 Kangen Ini)

(Baca: Ada, Kemungkinan Membuat Turnamen Sepak Bola Usia Muda)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X