Kompas.com - 05/03/2018, 14:34 WIB
Pemain Sriwijaya FC merayakan sukses menjuarai Piala Gubernur Kaltim 2018 setelah mengalahkan Arema FC pada partai final di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (04/03/2018) malam. SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COMPemain Sriwijaya FC merayakan sukses menjuarai Piala Gubernur Kaltim 2018 setelah mengalahkan Arema FC pada partai final di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (04/03/2018) malam.

KOMPAS.com - Sriwijaya FC meraih gelar juara turnamen pramusim Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018. Anak asuh Rahmad Darmawan mengalahkan Arema FC dengan skor 3-2 pada partai final di Stadion Palaran, Samarinda, Minggu (4/3/2018) malam.

Selain meraih gelar juara, striker Sriwijaya FC, Alberto Gonclaves juga jadi top scorer turnamen dengan koleksi empat gol. Lalu, gelandang Makan Konate juga dinobatkan sebagai pemain terbaik ajang tersebut.

Ini adalah gelar pelepas dahaga karena Sriwijaya FC terakhir jadi juara pada musim 2011-2012 ketika merengkuh gelar Indonesia Super League atau ISL. Sejak itu, klub berjulukan Laskar Wong Kito puasa gelar, bahkan pada Liga 1 musim 2017, mereka merasakan prestasi buruk yaitu finis di peringkat ke-13.

(Baca Juga: 5 Pemain Bintang di Piala AFC 2018 zona ASEAN Minggu Ini, Ada dari Indonesia)

Dengan tim yang baru terbentuk dan memiliki kekuatan 60 persen pemain baru, pelatih Rahmad Darmawan menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi kompetisi musim 2018. Dua prestasi yang diraih Sriwijaya FC pada pramusim 2018, peringkat ketiga Piala Presiden dan juara PGK, menjadi modal penting.

"Alhamdulilah, kami bisa meraih gelar juara pada Piala Gubernur Kaltim ini," kata Rahmad.

Gelandang Sriwijaya FC, Makan Konate (kiri), berebut bola dengan gelandang Arema FC, Ahmet Atayevv pada laga final Piala Gubernur Kaltim 2018 di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (03/04/2018) malam.SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM Gelandang Sriwijaya FC, Makan Konate (kiri), berebut bola dengan gelandang Arema FC, Ahmet Atayevv pada laga final Piala Gubernur Kaltim 2018 di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (03/04/2018) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pemain atas kerja kerasnya. Ini bisa menjadi persiapan kami untuk menuju kompetisi sesungguhnya."

Menurut pelatih yang akrab dipanggil RD ini, perjuangan timnya untuk meraih gelar juara memang cukup sulit. Pada semifinal, Sriwijaya FC susah payah mengalahkan tuan rumah Borneo FC lewat adu penalti.

Hal ini tentunya menguras fisik pemain yang dipaksa berlaga selama 120 menit. RD mengakui sebelum pertandingan telah mengintruksikan kepada pemainnya untuk mengubah pola bermain.

(Baca Juga: Panpel Piala Gubernur Kaltim 2018 Lakukan Ini untuk Mengamankan Partai Semifinal)

Biasanya RD meminta timnya melakukan pressing sejak menit awal, tetapi untuk menjaga kondisi fisik yang terkuras maka timnya lebih memilih bermain sabar dan menunggu.

"Kalau kami tidak bisa bermain sabar tentunya para pemain tak bisa tampil hingga 90 menit. Tetapi Alhamdulilah, strategi itu berjalan sehingga kami bisa menguasai bola dengan baik,” tutur RD.

Halaman:


Sumber BolaSport
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.