Kompas.com - 16/12/2017, 15:53 WIB
Pemain Swansea City, Renato Sanches (kiri), berduel dengan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, dalam laga Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, pada 29 November 2017. IAN KINGTON/AFPPemain Swansea City, Renato Sanches (kiri), berduel dengan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, dalam laga Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, pada 29 November 2017.
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Karier Renato Sanches mengalami hambatan. Padahal, dia sempat disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda paling berbakat dalam dunia sepak bola.

Nama Sanches mulai menggema ketika membawa timnas Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Dia kemudian terpilih menjadi pemain muda terbaik dalam turnamen tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi klub sebesar Bayern Muenchen untuk mendapatkannya. Dengan mengeluarkan biaya 35 juta euro (setara Rp 558 miliar), Bayern mendapatkan Sanches dari Benfica pada musim panas 2016.

(Baca juga: Apakah Pep Guardiola Mampu Berjaya Jika Tak Melatih di Tiga Tim Kaya Dunia?)

Semusim di Bayern, Sanches kesulitan mendapatkan menit bermain. Sempat menarik minat sejumlah klub, Sanches akhirnya dipinjamkan ke klub Liga Inggris, Swansea City.

Namun di Swansea, Sanches juga kesulitan untuk mendapatkan menit bermain. Dia hanya tampil sembilan kali dengan tujuh di antaranya sebagai starter.

Selama 511 menit berada di lapangan musim ini, penampilan Sanches tak terlalu bagus. Dia tak mampu mencetak gol atau membuat assist sehingga manajer Paul Clement tak lagi mengandalkan Sanches di lini tengah klubnya.

Sanches pun berada di persimpangan jalan mengingat dia tak bisa berganti klub pada Januari nanti. Hal ini disebabkan karena enam menit yang terjadi pada musim panas lalu.

(Baca juga:'Anak Terlupakan' dari Manchester United Telah Kembali dan Siap Bermain di Kasta Kedua)

Kala itu, Bayern berlaga dalam ajang Piala Super Jerman 2017 menghadapi Borussia Dortmund. Dalam laga yang dimenangi Bayern melalui adu penalti itu, Sanches tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-84, menggantikan Corentin Tolisso.

Dalam aturannya, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) hanya memperbolehkan satu pemain membela dua klub berbeda dalam semusim kompetisi. Lantaran sudah bermain enam menit bagi Bayern ini pula, Sanches tak bisa membela klub baru selain Swansea hingga berakhirnya musim 2017-2018.

Jika sudah begini, satu-satunya jalan Sanches menapaki lagi tangga kariernya adalah dengan berusaha merebut satu tempat utama di lini tengah Swansea. Itu adalah hal yang sejauh ini belum bisa dia lakukan sehingga masa depannya bisa suram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.