Kompas.com - 21/09/2017, 18:50 WIB
Presiden Pusamania Borneo FC, Nabil Husein. FIFI NOFITA/BOLA/JUARA.NETPresiden Pusamania Borneo FC, Nabil Husein.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Borneo FC sudah mengajukan banding kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait hukuman yang melibatkan Nabil Husein Said Amin. 

Presiden Borneo FC itu disebut melakukan intimidasi kepada wasit asing bernama Rysbek Shekerbekov seusai ditahan imbang Bali United tanpa gol di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/9/2017).

Atas kejadian itu, Borneo FC mendapatkan hukuman menggelar empat pertandingan kandang tanpa penonton dengan radius 100 km dari Kota Samarinda dan uang tunai sebesar Rp 150 juta.

Manajemen Borneo FC langsung melakukan banding kepada Komdis PSSI dan ternyata apa yang dilakukannya itu membuat klub berjulukan Pesut Etam itu mendapatkan denda tambahan.

Komdis PSSI langsung menambah denda kepada Borneo FC dengan uang sebesar Rp 650 juta.

Laga kandang tanpa penonton itu dikurangi menjadi dua pertandingan.

Hal itu seakan membuat Borneo FC seperti sudah jatuh tertimpa tangga.

Nabil mengatakan, denda tersebut sangat merugikan Borneo FC.

"Kalau seperti ini, lebih baik saya enggak usah banding," kata Nabil.

"Lebih baik kami menerima hukuman empat pertandingan kandang tanpa penonton dan uang sebesar Rp 150 juta daripada seperti ini," kata pria berusia 23 tahun tersebut.

Nabil mengakui sangat kesal dengan denda tambahan dari Komdis PSSI.

Kendati demikian, apa yang sudah diputuskan harus diterima dengan baik oleh Nabil.

"Dibilang kesal, ya kesal karena hukuman laga kandang dikurangi menjadi dua, tetapi uang tambah 500 juta," ucap Nabil.

"Saya lebih baik empat laga kandang tanpa suporter. Sebab, satu laga hanya habis 50 juta," ucap Nabil.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X