Kompas.com - 20/06/2017, 19:03 WIB
Ekspresi manajer Manchester United, Jose Mourinho, saat menyaksikan anak asuhnya melawan Manchester City di Stadion Etihad pada 27 April 2017.  Oli SCARFF / AFPEkspresi manajer Manchester United, Jose Mourinho, saat menyaksikan anak asuhnya melawan Manchester City di Stadion Etihad pada 27 April 2017.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Setelah Cristiano Ronaldo, kini Manajer Manchester United, Jose Mourinho, telah dituduh melakukan penggelapan pajak oleh jaksa Spanyol.

Mourinho diduga telah melakukan pelanggaran terkait pajak itu saat masih menjabat sebagai pelatih kepala Real Madrid.

Pria asal Portugal itu dituduh melakukan penggelapan pajak sebesar 3,3 juta euro atau sekitar Rp 48,9 miliar antara tahun 2011 dan 2012. Demikian seperti dikutip dari BBC.com

Terkait hal ini, dia belum memberikan komentar atas dugaan penggelapan pajak tersebut.

Seorang jaksa mengatakan, Mourinho tidak menyatakan pendapatan dari penggunaan hak ciptanya untuk mendapatkan "keuntungan terlarang".

Mourinho merupakan nama besar lainnya di dunia sepak bola yang telah dituduh melakukan penipuan pajak di Spanyol baru-baru ini.

Sebelumnya, kasus yang sama juga menerpa Ronaldo.

Bintang Real Madrid itu akan dipanggil untuk bersaksi pada 31 Juli mendatang dalam kasus tuduhan telah menyembunyikan pendapatan dari otoritas pajak.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Sangkal Tudingan Gelapkan Pajak

Dia diduga melakukan penggelapan pajak senilai 14,7 juta euro (sekitar Rp 218,864 miliar) terkait pendapatannya di Real Madrid.

Mengenai hal itu, perwakilan Ronaldo telah membantahnya dengan menyatakan "tidak pernah ada penyembunyian atau sedikit pun keinginan untuk menyembunyikannya" (menggelapkan pajak).

Karena dugaan kasus tersebut, menurut sumber surat kabar terkenal Portugal, A Bola, yang dekat dengan Ronaldo, disebutkan bahwa pemain berusia 32 tahun itu tengah mempertimbangkan masa depannya di Spanyol, alias meninggalkan Real Madrid.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.