Kompas.com - 12/06/2017, 13:54 WIB
Gelandang Leicester City, Riyad Mahrez, melakoni laga Premier League kontra Manchester United di Stadion Old Trafford, pada 1 Mei 2016. OLI SCARFF/AFPGelandang Leicester City, Riyad Mahrez, melakoni laga Premier League kontra Manchester United di Stadion Old Trafford, pada 1 Mei 2016.
EditorJalu Wisnu Wirajati

LEICESTER, KOMPAS.com - Riyad Mahrez menginginkan pindah dari Leicester City. Hanya, sejauh ini, belum ada klub yang mengajukan proposal penawaran resmi kepada klub berjulukan The Foxes itu. 

Mahrez mengungkapkan niatnya hengkang sejak Mei 2017 lalu. Dia mengutarakan keinginan tersebut hanya satu tahun setelah membantu Leicester City juara Liga Inggris musim 2016-2017.

Dia sempat dikabarkan masuk incaran Arsenal. Apalagi, manajer The Gunners, Arsene Wenger, menyiratkan minat untuk menawar Mahrez demi bergabung ke timnya.

Meski demikian, Mahrez memastikan bahwa belum ada tawaran serius yang menghampirinya.

"Ada perbedaan besar antara mendapat penawaran dengan spekulasi media. Sejauh ini, tidak ada klub yang benar-benar mendekati saya," kata gelandang asal Aljazair tersebut saat diwawancarai stasiun televisi negara asalnya, Elheddaf Television.

Pemain berusia 26 tahun tersebut menilai wajar kalau dia ingin pergi dari King Power Stadium. Dia ingin mencari pengalaman baru, meski kontraknya masih berlaku hingga 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Liverpool Hentikan Perburuan Van Dijk dan Meminta Maaf

"(Tahun lalu) Manajemen klub sepakat bahwa saya boleh bertahan setahun lagi di Leicester City sebelum saya bisa pergi. Sudah waktunya saya mencari klub lain karena sudah mengalami segalanya di klub ini," tutur Mahrez.

Mahrez adalah salah satu kunci penting Leicester meraih gelar Premier League - kasta teratas Liga Inggris - musim 2015-2016.

Dia menyumbang 17 gol di kompetisi domestik dan membantu klubnya membuat kejutan setelah sama sekali tidak diunggulkan juara.

Prestasi Mahrez pun diganjar trofi Liga Inggris, serta titel pemain terbaik versi Asosiasi Pesepak Bola Inggris (PFA). Leicester pun memberinya perpanjangan kontrak empat tahun.

Namun, performa Leicester dan Mahrez seperti anjlok pada musim 2016-2017. Leicester hanya finis di urutan ke-12 klasemen akhir Liga Inggris.

Mereka sempat terancam degradasi dan menyebabkan Claudio Ranieri, sosok yang mengantarkan Leicester juara, harus dipecat dan digantikan Craig Shakespeare.

Seiring penurunan drastis tersebut, performa Mahrez juga turut memburuk. Dia hanya mencetak enam gol di kompetisi domestik musim ini. (Lariza Oky Adisty) 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.