Kompas.com - 03/05/2017, 20:15 WIB
Para pemain AS Monaco berkumpul sebelum melawan Manchester City pada partai pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Etihad, 21 Februari 2017. OLI SCARFF/AFPPara pemain AS Monaco berkumpul sebelum melawan Manchester City pada partai pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Etihad, 21 Februari 2017.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Kiprah AS Monaco mampu mengejutkan sejumlah kalangan pada musim ini karena berpeluang meraih dua gelar bergengsi, trofi Ligue 1 - kasta teratas Liga Perancis - dan Liga Champions. Apa rahasia sukses pasukan Leonardo Jardim itu? 

Tersisa empat pertandingan, Monaco yang berada di puncak klasemen sementara Ligue 1 unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya, Paris Saint-Germain. Radamel Falcao dan kawan-kawan juga punya keunggulan satu laga dibandingkan PSG.

Jika mampu menjadi kampiun maka untuk kali pertama bagi tim berjulukan Les Monégasques tersebut meraih gelar juara dalam kurun waktu 17 tahun.

Di Liga Champions, Monaco merupakan tim paling muda. Rata-rata usia tim ini adalah 25.4 tahun. Namun, Monaco mampu membuktikan sebagai tim muda dan berbahaya.

Mereka mampu lolos ke semifinal dengan menghadapi Juventus. Perjalanan mereka menuju semifinal cukup sensasional.

Baca juga: Prediksi Liga Champions: Monaco Vs Juventus, Menguji Kekokohan Buffon

Setelah berhasil menjadi juara grup, Monaco sukses menyingkirkan Manchester City dan Borussia Dortmund. Klub terakhir merupakan finalis Liga Champions pada musim 2012-2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apa yang membuat Monaco begitu digdaya? Ternyata, ada kaitannya dengan makanan. 

Begini ceritanya. Saat wakil kapten, Valere Germain, memasak di rumah, dia biasanya memotret makannya dan kemudian mengirimkannya ke dokter tim, Philippe Kuentz.

"Hal itu (mengirimkan foto makanan) membuat dia bangga bahwa kami melakukan anjurannya," kata Germain.

Rekan Germain juga melakukan yang sama. Mereka sering berbagi kreasi hasil kuliner dan mengunggahnya di Instagram.

"Mereka (pemain) mengatakan: 'Hei, lihat ini. Tidak burukkan?'" kata Kuentz yang sering menerima foto lewat telepon pintarnya.

Baca juga: Untuk Bongkar Pertahanan Juventus, AS Monaco Belajar dari Atalanta

Ketika sering menerima foto makanan dari pemain, Kuentz terdorong menganalisis jumlah dan kualitas makanan yang diunggah, serta meresponsnya.

Hal itu semua adalah bagian dari pendekatan terpadu untuk nutrisi, diet, dan ilmu olahraga yang diyakini Kuentz membantu Monaco meraih gelar Ligue 1 untuk kali pertama dalam 17 tahun terakhir dan kesuksesan lolos ke semifinal Liga Champions.

Dalam prosesnya, Kuentz dan timnya telah berusaha untuk mengajarkan pemain tentang kenikmatan makanan dan manfaat gaya hidup sehat untuk membantu kinerja mereka.

VALERY HACHE/AFP Bernardo Silva mencetak gol AS Monaco ke gawang Manchester City pada partai kedua babak 16 besar Liga Champions di Stade Louis II, Rabu (15/3/2017).

"Sangat penting untuk memberi mereka edukasi. Penting untuk membantu mereka mengembangkan selera mereka yang merupakan filosofi utama," tutur Kuentz.

Resep sukses

Strategi tersebut membuat Monaco berinvestasi pada ahli gizi, ilmu olahraga, dan berusaha menciptakan makanan yang bisa dikonsumsi pemain dari berbagai latar belakang.

Baca juga: AS Monaco Vs Juventus, Allegri Berharap Patahkan Rekor Tuan Rumah

Seorang juru masak selalu mendampingi ke mana pun tim pergi. Jus dan salad disiapkan di tempat latihan, sementara tekanan darah serta tingkat hidrasi pemain dipantau secara teratur untuk mengetahui nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh mereka.

Dari hasil tes ini, diet dan porsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain.

"Di sini, kami banyak mempersonalisasi. Kami tahu berapa jumlah kebutuhan nutrisi setiap pemain. Saat makan malam, kami melakukan program pribadi," kata ahli gizi tim, Juan Morillas.

Morillas menambahkan bahwa hal ini adalah "tantangan" bagi pemain, bukan hanya karena setiap pemain punya kebutuhan berbeda-beda.

"Kami memiliki pemain dari kultur yang berbeda," ujar Morillas.

Baca juga: Striker AS Monaco: Juventus Tim Hebat, Laga Akan Berjalan Berat

Setiap pemain bisa diberi makan saat latihan atau jeda pertandingan untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi dengan baik meskipun jauh dari pengawasan tim medis.

Kuentz dan timnya memiliki solusi unik untuk masalah ini. Cara dia memberikan pembekalan cara memasak untuk pemain.

Tim medis dan tim nutrisi mengatasi masalah ini dengan membuat buku resep dengan judul "Recipes for Champions" dan bisa memakainya di rumah.

Mereka juga bisa mengakses aplikasi tentang bagaimana memasak makanan secara detail.

"Kami melihat bahwa banyak klub lain menghadapi situasi seperti ini. Banyak pemain yang pergi setelah latihan. Mereka pergi ke restoran dan tidak tahu harus makan apa," tuturnya Kuentz.

Gelandang Bernando Silva menjelaskan bahwa buku ini sangat bermanfaat.

"Di rumah, buku ini sangat berguna. Buku ini menjaga kami tetap sehat dan bugar, serta hal baik bagi kami. Saat peduli terhadap tubuh, permainan Anda juga sangat meningkat. Itu sangat penting," jelas Silva.

Hidangan sang juara

Konsultan dan ahli gizi AS Monaco, Tara Ostrowe, menjelaskan bahwa penerapan nutrisi sebagai cara untuk meningkatkan kinerja atlet bukanlah fenomane baru. Monaco, Barcelona, Bayern Muenchen, dan banyak tim Premier League merasakan manfaat dari diet ketat.

AFP/VALERY HACHE Dua penyerang AS Monaco, Radamel Falcao dan Kylian Mbappe, tengah merayakan gol ke gawang Borussia Dortmund pada pertandingan perempat final Liga Champions di Stade Louis II, Rabu (19/4/2017).

Ostrowe menjelaskan bahwa makanan yang baik bisa membantu pemulihan dan mempercepat pemulihan cedera yang dialami pemain. Selain itu, makanan yang tepat juga membantu perkembangan otot.

Baca juga: Singkirkan Dortmund, AS Monaco Layak Bangga Mewakili Seluruh Perancis

Tancap gas

Saat CNN mengunjungi dapur Monaco pada April 2017, juru masak tim sedang menyiapkan makanan siang yang menunya ikan tuna, kangkung dengan biji chia. Proses pembuatan makanan ini di bawah pengawasan ketat ahli nutrtisi Morillas.

"Setelah bertanding, biasanya kami memasak beberapa ikan biru karena ikan tersebut memiliki banyak protein dan omega tiga. Hal itu berkhasiat untuk mempercepat pemulihan," kata Morillas menjelaskan.

Lalu asupan apa yang disediakan sebelum Monaco bertanding?

Morillas menjelaskan bahwa tim menyiapkan gandum seperti quinoa, sejenis biji-bijian yang mengandung protein dan nutrisi untuk penambah energi.

Baca juga: Hasil Liga Perancis, PSG Kian Tertinggal dari AS Monaco

Jus buah bit adalah salah satu item yang diperhitungkan. Jus ini mengandung vitamin dan antioksidan untuk membantu sirkulasi, daya tahan, dan stamina tubuh.

Asupan lain yang menjadi andalan dalam menu Monaco adalah kale, alpukat, salmon, jus ceri, yogurt Yuani, jus ceri, dan blueberry. Masing-masing item ini memberikan manfaat khusus untuk energi dan pemulihan.

Biji chia, yang mengandung kalsium, protein, serat, dan omega tiga, akan ditaburi di sebagai besar makanan.

Mengubah menu

Perhatian terhadap detail ini sangat berbeda dengan saat Ostrowe tiba di klub. Saat kali pertama bergabung dengan klub, dia melihat tim banyak mengonsumsi spageti, pasta, dan ayam.

"Sekarang pemain lebih banyak mengonsumsi ikan atau buah sebagai hidangan penutup. Saya berusaha agar piring berwarna-warni. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan semua vitamin, mineral, dan antioksidan yang dperlukan tubuh," jelasnya.

Baca juga: Buffon Anggap Mbappe sebagai Pengganti Messi, Ronaldo, dan Neymar

Ostrowe mengungkapkan bahwa salah satu pemain yang paling bersemangat untuk diet adalah Kylian Mbappe. Penyerang muda asal Prancis tersebut merupakan salah satu mesin gol Monaco setelah membukukan 14 gol.

"Mereka adalah atlet profesional sehingga mereka ingin melakukan apa pun agar tim tampil baik dan kemudian meraih target," ujarnya.

Masa Depan

Kuentz menyatakan bahwa sulit untuk mengukur seberapa besar dampak dari diet yang dilakukan tim terhadap performa. Kekuatan dan kondisi yang baik secara tim, serta sesi pelatih tentunya sama pentingnya dengan medis, sport science, dan departemen kepelatihan.

Namun, Kuentz mengaku yakin puding menjadi "obat" mujarab untuk mempercepat pemulihan.

"Saya mesti mengatakan bahwa kami tidak memiliki pemain yang mengalami keram. Kami semua bisa menyelesaikan pertandingan," tutur Kuentez.

Pada masa datang, Kuentz ingin adanya target yang lebih jelas khususnya dalam hal diet dan nutrisi. 

 



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.