Kompas.com - 27/01/2017, 21:22 WIB
Atep mencetak satu gol saat Persib Bandung menang atas PS TNI di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (24/3/2016) FIFI NOFITA/JUARA.NETAtep mencetak satu gol saat Persib Bandung menang atas PS TNI di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (24/3/2016)
|
EditorAloysius Gonsaga AE

BANDUNG, KOMPAS.com - Manajemen Persib Bandung belum memberi keputusan perihal tempat digelarnya laga fase Grup 3 Piala Presiden 2017.

Laga perdana Grup 3 akan dilaksanakan pada 6 Februari 2017. Ada dua tempat yang sedianya bisa digunakan sebagai markas Persib, yakni Stadion Si Jalak Harupat (SJH) atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

General Coordinator Panpel Persib Budi Bram Rachman menuturkan, hingga kini belum ada surat penunjukkan dari PSSI kepada Panpel lokal soal stadion mana yang akan digunakan.

"Jadi untuk mengurus segala hal seperti perizinan kan butuh dasar (surat PSSI) itu," kata Budi saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (27/1/2017).

Budi mengaku akan segera berkoordinasi dengan Pemkot Bandung untuk mengecek kesiapan Stadion GBLA, sesuai dengan keinginan dari Manajer Persib Umuh Muchtar.

"Kalau kata Pak Umuh ke GBLA, ya nanti kami akan cek kesiapan GBLA seperti apa karena dua stadion itu layak untuk saat ini," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Dodi Ridwansyah mengatakan, sampai saat ini ia belum menerima surat pengajuan penggunaan Stadion GBLA dari manajemen Persib.

"Ini sampai sekarang manajemen Persib belum menghubungi kami. Nanti kalau mau pakai kami bisa bersama-sama mengecek apakah GBLA layak digunakan Persib atau tidak. Sekarang manajemen Persib belum melayangkan surat untuk memakai GBLA," tutur Dodi.

Disinggung soal kondisi GBLA, Dodi menjelaskan saat ini sejumlah fasilitas tengah dalam proses perbaikan pasca-perhelatan PON Jabar 2016.

"Sekarang memang masih dalam proses perbaikan, karena masih ada yang bolong-bolong sedikit. Perbaikannya rumput dan fasilitas kan kemarin bekas PON dan Peparnas kerusakan-kerusakan itu sedang kami perbaiki. Itu tanggung jawab PB PON," tuturnya.

"Kalau sudah ada surat resmi kami sama-sama lihat, jangan sampai kata kami siap, kata Persib enggak atau sebaliknya. Mari sama-sama lihat dulu. Prinsipnya, bagi kami mah silakan saja karena itu memberikan hiburan buat masyarakat," ucapnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X