Korban Selamat Pesawat Chapecoense Akhirnya Buka Suara

Kompas.com - 18/12/2016, 11:39 WIB
Pemain Chapecoense, Alan Ruschel (terbaring), tiba di rumah sakit di Chapeco, Santa Catarina, Brasil, pada 13 Desember 2016. MARCIO CUNHA/AFPPemain Chapecoense, Alan Ruschel (terbaring), tiba di rumah sakit di Chapeco, Santa Catarina, Brasil, pada 13 Desember 2016.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

CHAPECO, KOMPAS.com - Pemain Chapecoense, Alan Ruschel, mengaku sempat berpindah tempat duduk saat detik-detik akhir menjelang kecelakaan pesawat jatuh di Kolombia, 28 November 2016.

Ruschel, 27 tahun, menjadi salah satu dari enam korban yang selamat dalam tragedi tersebut.

Ia mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Kolombia untuk melakoni pertandingan final Copa Sudamericana 2016 melawan Atletico Nacional.

Pada sesi konferensi pers pertamanya setelah kecelakaan, Sabtu (17/12/2016), Ruschel mengisahkan tragedi yang menewaskan sebagian besar rekan-rekan setimnya itu.


Saat berada di dalam pesawat, pemain yang berposisi sebagai full back itu mengaku sempat duduk di kursi bagian belakang.

Namun sang direktur klub, Cadu Gaucho, tiba-tiba meminta Ruschel untuk pindah tempat duduk.

Posisi tempat duduk itu rupanya menjadi salah satu kemungkinan yang membuat Ruschel terselamatkan.

"Cadu Gaucho meminta saya untuk duduk lebih ke depan dan membiarkan wartawan duduk di belakang. Saya awalnya tidak mau. Namun, saya melihat Jackson Follman (kiper Chapecoense), dan kemudian dia meminta saya untuk duduk di sampingnya," tutur Ruschel.

"Hanya Tuhan yang dapat menjelaskan mengapa saya bisa selamat dari kecelakaan. Tuhan memberikan saya kesempatan kedua," ucap Ruschel.

Follman juga menjadi salah satu korban selamat. Namun, kiper 24 tahun itu dipastikan pensiun dini karena kakinya harus diamputasi.

Pesawat LAMIA yang ditumpangi tim Chapecoense terjatuh di kawasan pegunungan di dekat Medellin, Kolombia. Sebanyak 71 orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Sejauh ini, laporan menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi karena pesawat tidak membawa persediaan bahan bakar yang cukup.

Alhasil, izin operasi maskapai LAMIA pun dicabut oleh pihak otoritas penerbangan Bolivia demi kepentingan penyelidikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X