"Lilipaly Paling Laku, lalu Boaz"

Kompas.com - 14/12/2016, 13:53 WIB
Pedagang musiman atribut timnas sudah mulai berjualan di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/2016). FERRIL DENNYS/KOMPAS.com Pedagang musiman atribut timnas sudah mulai berjualan di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/2016).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

BOGOR, KOMPAS.com - Pertandingan pertama final Piala AFF 2016 antara Indonesia dan Thailand di Stadion Pakansari Cibinong, Rabu (14/12/2016), menjadi sebuah kesempatan bagi pedagang musiman mencari keuntungan.

Salah satu pedagang yang merasakan "kenikmatan" dari adanya pertandingan timnas adalah Crazy Soccer.

Rendy Emiraldi - pemilik Crazy Soccer - bersama tiga rekannya menjual beraneka ragam atribut timnas mulai dari polo shirt, syal, dan topi. Semua barang tersebut dipajang di sebuah mobil minibus.

"Kami sering jualan kalau even timnas dan Liga Indonesia," kata Rendy saat ditemui Kompas.com di kawasan Stadion Pakansari Rabu siang.

Dari pengalamannya berjualan, Rendy menceritakan bahwa barang dangannya bakal semakin cepat laris jika timnas meraih kemenangan.

"Saat Indonesia melawan Vietnam di sini, barang kami laku sekitar 70 persen dari 200 buah jersey timnas. Kalau untuk kostum yang paling diburu adalah jersey Stefano Lilipaly. Kemudian Boaz Solossa," tutur pedangan asal Rawabelong tersebut.

Soal harga, Rendy mematok harga seragam dengan variatif mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu. Setiap berjualan, Rendy mengaku menyiapkan 300 barang.

"Untuk syal harganya Rp 30 ribu. Kalau menang jualan kami bisa 90 persen habisnya," ujarnya.

Rendy pun berharap timnas Indonesia bisa meraih kemenangan pada laga nanti. Selain agar daganganya laku, Rendy juga merupakan pencinta sepak bola.

"Kalau kalah sedih karena dagangan tidak laku dan di sisi lain saya juga sedih karena saya suka bola," ucap pedagang yang sering berkeliling di wilayah Jabotabek itu.

Harapan Rendy merupakan harapan rakyat Indonesia. Boaz Solossa diharapkan bisa meriah juara pada Piala AFF edisi kali ini, demi melunasi 4 kegagalan sebelumnya.

Indonesia pernah merasakan final pada final 2000, 2002, 2004, dan 2010. Namun, saat itu, Tim Garuda kandas pada laga puncak. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X