Kompas.com - 08/12/2016, 10:42 WIB
Mantan pemain tim nasional Indonesia, Yeyen Tumena, hadir di ruang studio JUARA pada Kamis (20/10/2016). Weshley Hutagalung/Juara.netMantan pemain tim nasional Indonesia, Yeyen Tumena, hadir di ruang studio JUARA pada Kamis (20/10/2016).
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Yeyen Tumena mengaku tegang menyaksikan laga semifinal kedua antara tim nasional Indonesia dan Vietnam, Rabu (7/12/2016). Mantan pemain timnas itu pun memuji kiprah Boaz Solossa dkk.

Indonesia mencapai final berkat keunggulan agregat 4-3 atas Vietnam. Tim Garuda meraih skor 2-1 saat partai leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/12/2016).

Pada partai kedua, ketegangan terjadi ketika timnas terus ditekan pada babak pertama dan Vietnam bisa membalikkan keadaan walau sudah bermain dengan 10 pemain. Namun, skor akhir 2-2 meloloskan timnas ke final.

Dua gol Indonesia pada laga pertemuan kedua dicetak oleh Stefano Lilipaly dan eksekusi penalti Manahati Lestusen pada masa perpanjangan waktu, sedangkan dua gol tuan rumah dibukukan Vu Van Tanh dan Vu Minh Tuan.

Yeyen Tumena mengaku sudah lama tidak tegang sepanjang pertandingan ketika menyaksikan tim nasional berlaga.

"He-he-he... luar biasa semangat juang para pemain. Sungguh menyenangkan melihat mereka bermain," ucap Yeyen kepada JUARA, Rabu malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai kejutan di pertandingan yang harus diselesaikan dengan perpanjangan waktu membuat Yeyen tak tenang menyaksikan Boaz dkk.

"Sudah lama saya tidak melihat timnas bermain dengan tegang sampai akhir pertandingan. Banyak kejadian mengejutkan seperti unggul terlebih dahulu namun kemudian malah tertinggal 1-2 dan membuat pertandingan dilanjutkan dengan tambahan waktu," ucap Yeyen.

'Lalu", kata Yeyen lagi, "Kita melihat kiper lawan terkena kartu merah dan tidak lagi memiliki pengganti untuk memasukkan kiper cadangan."

Mantan bekk timnas yang muncul di era Primavera itu juga menyinggung tendangan penalti yang awalnya diberikan kepada timnas Indonesia namun dibatalkan oleh wasit menjadi bumbu drama yang membuat para penonton semakin tegang.

"Akhirnya, Indonesia bisa mencetak gol melalui tendangan penalti Manahati Lestusen yang sebelumnya merupakan pemain cadangan di Piala AFF 2016. Sungguh mental juara," ucap Yeyen.

Kini, Indonesia pun tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya, yakni antara Thailand dan Myanmar.

Pertandingan final akan digelar dua kali. Final pertama akan digelar pada 14 Desember dan kedua pada 17 Desember 2016. (Weshley Hutagalung) 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang BWF World Tour Finals, Pemain Top Dunia Ikut Charity for Bali

Jelang BWF World Tour Finals, Pemain Top Dunia Ikut Charity for Bali

Badminton
Lari Amal Ini untuk Penguatan Keluarga Rentan Terdampak Covid-19

Lari Amal Ini untuk Penguatan Keluarga Rentan Terdampak Covid-19

Sports
BWF World Tour Finals: Kisah Unik Yeremia Rambitan, Pernah Kebelet Saat Bertanding

BWF World Tour Finals: Kisah Unik Yeremia Rambitan, Pernah Kebelet Saat Bertanding

Badminton
Ballon d'Or 2021: Pedri Raih Kopa Trophy, Dominasi Perolehan Poin Pemain U21 Terbaik

Ballon d'Or 2021: Pedri Raih Kopa Trophy, Dominasi Perolehan Poin Pemain U21 Terbaik

Internasional
5 Besar Petarung MMA Indonesia di ONE Championship Tahun 2021

5 Besar Petarung MMA Indonesia di ONE Championship Tahun 2021

Sports
Ralf Rangnick Jadi Pelatih, Man United Tak Perlu Kejar Lawan sampai Toilet

Ralf Rangnick Jadi Pelatih, Man United Tak Perlu Kejar Lawan sampai Toilet

Liga Inggris
Kesal Kalah dari Wakil Jepang, Pramudya/Yeremia Ingin Revans di BWF World Tour Finals

Kesal Kalah dari Wakil Jepang, Pramudya/Yeremia Ingin Revans di BWF World Tour Finals

Badminton
Hasil Drawing BWF World Tour Finals 2021, Marcus/Kevin Segrup dengan Juara Olimpiade

Hasil Drawing BWF World Tour Finals 2021, Marcus/Kevin Segrup dengan Juara Olimpiade

Badminton
“Allegri Cuma Bagus jika Punya 20 Pemain Juara, Ibu Saya Juga Bisa…”

“Allegri Cuma Bagus jika Punya 20 Pemain Juara, Ibu Saya Juga Bisa…”

Liga Italia
Ballon d'Or 2021: Hasil Perolehan Poin Kiper Terbaik, Donnarumma Ungguli Mendy

Ballon d'Or 2021: Hasil Perolehan Poin Kiper Terbaik, Donnarumma Ungguli Mendy

Internasional
Ralf Rangnick Latih Man United, Akan Ada Ilmu Baru untuk Ronaldo

Ralf Rangnick Latih Man United, Akan Ada Ilmu Baru untuk Ronaldo

Liga Inggris
Hasil Lengkap Perolehan Poin Ballon d'Or 2021: Messi-Lewandowski Ketat, Ronaldo...

Hasil Lengkap Perolehan Poin Ballon d'Or 2021: Messi-Lewandowski Ketat, Ronaldo...

Internasional
Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Wanita 2021: Ini Baru Permulaan...

Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Wanita 2021: Ini Baru Permulaan...

Internasional
Cerita Pram/Yere Lolos BWF World Tour Finals: 'Chat' Marcus, Nonton Sambil Main Tenis Meja...

Cerita Pram/Yere Lolos BWF World Tour Finals: "Chat" Marcus, Nonton Sambil Main Tenis Meja...

Badminton
Daftar Peserta BWF World Tour Finals 2021, Dua Tunggal Putra India Ukir Sejarah

Daftar Peserta BWF World Tour Finals 2021, Dua Tunggal Putra India Ukir Sejarah

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.