Kompas.com - 02/07/2016, 08:03 WIB
Striker Wales, Hal Robson-Kanu, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Belgia pada pertandingan perempat final Piala Eropa 2016 di Stadion Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Lille, Jumat 91/7/2016). Wales menang 3-1. DENIS CHARLET/AFPStriker Wales, Hal Robson-Kanu, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Belgia pada pertandingan perempat final Piala Eropa 2016 di Stadion Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Lille, Jumat 91/7/2016). Wales menang 3-1.
EditorAloysius Gonsaga AE

LILLE, KOMPAS.com - Striker Wales, Hal Robson-Kanu, sangat yakin dengan kualitas timnya mengarungi kerasnya persaingan pada Piala Eropa 2016. Menurut pemain yang sudah berstatus bebas transfer tersebut, kombinasi pemain kelas dunia serta pertahanan yang solid, menjadi andalan Wales untuk terus memelihara asa merengkuh gelar juara.

Wales, yang merupakan debutan Piala Eropa dan berstatus underdog, di luar dugaan menyingkirkan Belgia pada babak perempat final di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Jumat (1/7/2016). Tim berjulukan The Dragons ini menang 3-1, meskipun sempat tertinggal oleh gol spektakuler gelandang Belgia berdarah Batak, Radja Nainggolan.

 

Robson-Kanu ikut menjadi penentu kemenangan Wales lewat aksinya yang menawan. Pada menit ke-55, striker berusia 27 tahun ini melakukan Cruyff turn untuk mengecoh tiga bek Belgia, sebelum mengoyak jala Thibaut Courtois sehingga Wales memimpin 2-1. Sam Vokes melengkapi kemenangan Wales pada menit ke-86.

Kini, Wales menjejakkan kakinya di semifinal turnamen paling bergengsi antarnegara Eropa tersebut. Mereka akan bertemu tim favorit lainnya, Portugal, yang lebih dulu meraih tiket semifinal setelah menang adu penalti melawan Polandia.

"Kami tidak diperhitungkan, bahkan untuk lolos dari fase grup, tetapi kami tahu kualitas tim kami," ujar Robson-Kanu, yang mulai 1 Juli ini tidak terikat kontrak dengan klub mana pun. "Penampilan hari ini menjadi kredit bagi semuanya."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami terus menjaga permainan sesuai rencana. Kami memiliki para pemain kelas dunia dan kami pun bisa bertahan dengan kokoh. Dengan dua kombinasi ini, kami bisa memiliki kesempatan yang bagus," ungkap pemain yang dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga tersebut.

Atas penampilan Wales ini, mantan striker timnas Inggris, Gary Lineker, yang menjadi pengamat untuk BBC, menyebut Gareth Bale dan kawan-kawan meraih kemenangan dengan performa yang hebat dalam sejarah sepak bola Inggris Raya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Sidang Komdis PSSI, Jandia Eka Putra Dihukum karena Salah Kostum

Hasil Sidang Komdis PSSI, Jandia Eka Putra Dihukum karena Salah Kostum

Liga Indonesia
Piala AFF 2020, Laga Singapura Vs Myanmar Catatkan Jumlah Penonton Terbanyak

Piala AFF 2020, Laga Singapura Vs Myanmar Catatkan Jumlah Penonton Terbanyak

Sports
Syarat Barca dan Milan Lolos ke 16 Besar Liga Champions, Menang atau Terbuang

Syarat Barca dan Milan Lolos ke 16 Besar Liga Champions, Menang atau Terbuang

Liga Champions
Ada Berapa Cabang Olahraga dalam Atletik?

Ada Berapa Cabang Olahraga dalam Atletik?

Sports
Bukan Liga 1, PT LIB Pastikan Uji Coba Penonton Mulai Digelar di Liga 2

Bukan Liga 1, PT LIB Pastikan Uji Coba Penonton Mulai Digelar di Liga 2

Liga Indonesia
Permutasi Grup E Liga Champions, Tugas Barcelona Sangat Berat

Permutasi Grup E Liga Champions, Tugas Barcelona Sangat Berat

Liga Champions
Cabang Olahraga Atletik Kategori Lempar

Cabang Olahraga Atletik Kategori Lempar

Sports
5 Fakta Jelang Matchday 6 Liga Champions, Barcelona Gagal ke 16 Besar?

5 Fakta Jelang Matchday 6 Liga Champions, Barcelona Gagal ke 16 Besar?

Liga Champions
Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Incar Start Apik untuk Hapus Tren Buruk

Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Incar Start Apik untuk Hapus Tren Buruk

Liga Indonesia
Permutasi Grup B Liga Champions: AC Milan, Porto, dan Atletico Berebut Tiket Terakhir

Permutasi Grup B Liga Champions: AC Milan, Porto, dan Atletico Berebut Tiket Terakhir

Liga Champions
Piala AFF 2020, Tantangan Timnas Indonesia Jelang Lawan Kamboja

Piala AFF 2020, Tantangan Timnas Indonesia Jelang Lawan Kamboja

Liga Indonesia
Circuit Training: Pengertian dan Manfaatnya bagi Kebugaran Jasmani

Circuit Training: Pengertian dan Manfaatnya bagi Kebugaran Jasmani

Sports
Daftar Tim Liga Champions ke Playoff Liga Europa, Barcelona-Milan Susul Dortmund?

Daftar Tim Liga Champions ke Playoff Liga Europa, Barcelona-Milan Susul Dortmund?

Liga Champions
5 Fakta Debut Rangnick di Man United: Etos Kerja Ronaldo Meningkat!

5 Fakta Debut Rangnick di Man United: Etos Kerja Ronaldo Meningkat!

Liga Inggris
Dua Sisi Pelatih Jerman di Liga Inggris: Antara Kesuksesan dan Kegagalan

Dua Sisi Pelatih Jerman di Liga Inggris: Antara Kesuksesan dan Kegagalan

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.