Posisi Hart di Man City Pun Terancam...

Kompas.com - 01/07/2016, 09:40 WIB
Kiper Joe Hart dan sejumlah pemain Inggris lain menyesali kekalahan timnya dari Islandia pada babak 16 besar Piala Eropa 2016, Senin (27/6/2016). PAUL ELLIS/AFPKiper Joe Hart dan sejumlah pemain Inggris lain menyesali kekalahan timnya dari Islandia pada babak 16 besar Piala Eropa 2016, Senin (27/6/2016).
|
EditorEris Eka Jaya

MANCHESTER, KOMPAS.com — Kegagalan Inggris pada Piala Eropa 2016 berimbas buruk bagi Joe Hart. Kiper berusia 29 tahun itu terancam kehilangan tempat di skuad Manchester City.

Langkah The Three Lions terhenti pada babak 16 besar seusai menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Islandia. Blunder yang dilakukan Hart turut andil di balik terjadinya gol kedua tim rival.

Hart kurang cermat menghalau tembakan pemain Islandia, Kolbeinn Sigthorsson, sehingga bola meluncur masuk ke gawang Inggris.

Bukan kali itu saja Hart membuat kesalahan. Ketika Inggris menang 2-1 atas Wales pada laga kedua penyisihan grup, ia bereaksi terlalu lambat sehingga gawangnya bobol oleh tendangan bebas Gareth Bale.

Hal itu menjadi bahan pertimbangan pelatih anyar City, Pep Guardiola. Kabar dari AS menyebutkan bahwa sang manajer ingin mendatangkan kiper kelas dunia sebagai pesaing Hart di bawah mistar gawang.

Menurut sumber yang sama, pemain yang menjadi target utama Guardiola adalah Claudio Bravo. Kiper FC Barcelona itu punya peran besar di balik kesuksesan Cile meraih gelar juara di Copa America Centenario 2016.

Selama berlangsungnya turnamen di Amerika Serikat, Bravo hanya kebobolan lima kali. Torehan tersebut mengantarkan ia meraih trofi Sarung Tangan Emas.

Bravo berharga 12 juta euro (Rp 175 miliar) ketika diboyong Barca dari Real Sociedad pada 2014. Menurut Transfermarkt, harga pasar si pemain saat ini adalah 11,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 198 miliar.

Musim perdana berseragam Blaugrana, Bravo langsung menunjukkan tajinya. Ia memecahkan rekor La Liga dengan mencatatkan 754 menit tanpa kebobolan.

Menengok perjalanan di level klub pada musim 2015-2016, Bravo memang memiliki catatan lebih baik. Ia hanya mengalami 22 kali kebobolan di pentas La Liga, sedangkan gawang Hart kemasukan 36 kali di Premier League.

Bravo memiliki rata-rata penyelamatan 3,40 kali. Persentase milik Hart lebih rendah, yakni 1,91 kali. (Ade Jayadireja)

Juara Bintang Piala Eropa 2016, Gianluigi Buffon

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber JUARA
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X