Dinilai Lecehkan Erick Thohir, Presiden Sampdoria Terancam Sanksi

Kompas.com - 11/11/2014, 02:01 WIB
Erick Thohir Tjahjo Sasongko/Kompas.comErick Thohir
EditorTjatur Wiharyo
ROMA, KOMPAS.com - Meski telah meminta maaf, Presiden Sampdoria Massimo Ferrero terancam sanksi dari FIGC, berkaitan dengan tindakannya menyebut Presiden Inter Milan Erick Thohir "Orang Filipina Itu" dalam sebuah acara televisi belum lama ini. Pernyataan Ferrero itu dinilai sebagai pelecehan rasial.

"Jaksa Federal dan asistennya telah melaporkan Presiden Sampdoria Massimo Ferrero ke Pengadilan Federal karena, berkaitan dengan pernyataannya di depan kamera, pada acara Radio Sprint di Rai 2 pada 26 Oktober 2014 dan diberitakan oleh media mainstream, menyampaikan pernyataan yang menimbulkan prasangka, ofensif, dan diskriminatif berkaitan dengan latar belakang etnis mengenai Presiden Inter Milan Erick Thohir," demikian pernyataan FIGC.

Selain Ferrero, mantan presiden komite penyelenggara Olimpiade 2006 Evelina Christlin juga mengeluarkan pernyataan soal fisik Thohir. Dalam sebuah kolom di Huffington Post, Christilin menyebut Thohir orang Indonesia yang gemuk (fat Indonesian).

"Saya bisa menerima hal ini sebagai gurauan atau saya tak bisa menerima ini sebagai gurauan. Saya tidak tinggi dan tak akan pernah menjadi tinggi. Saya tidak kurus. Untuk banyak orang, saya bahkan tidak tampan. Ini adalah fakta dan saya tak akan membantahnya," ujar Thohir.

"Namun, saya adalah pekerja keras dan saya berusaha untuk mengembalikan Inter dan Serie-A ke level top. Ayah saya mengajarkan saya bahwa untuk mendapatkan rasa hormat, Anda harus menunjukkan rasa hormat. Kritik adalah hal bagus. Ini membuat kuta berusaha bertanya kepada diri sendiri kesalahan apa yang telah kita lakukan."

"Menurut saya, Italia tidak rasialis. Sebagian besar orang Italia hangat dan penuh cinta. Namun, saya tak bisa membantah pada ada kasus pelecehan yang dilakukan individu."

"Presiden Ferrero meminta maaf. Ia mengatakan ada kesalahpahaman. Saya mengundangnya dalam sebuah pertemuan untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik dan mendiskusikan hal yang betul-betul penting,misalnya masa depan Serie-A."

"Christilin? Tak ada masalah. Saya tahu ia mengeluarkan pernyataan. Terserah kepadanya apakah ia ingin bicara," tutur Thohir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X