Kompas.com - 15/10/2014, 08:03 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri menenangkan pemain yang larut dalam kesedihan setelah dikalahkan Australia dalam turnamen Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10/2014). Sebelumnya Indonesia menyerah 1-3 dari Iran pada pertandingan pertama. KOMPAS / HERU SRI KUMOROPelatih Timnas Indonesia Indra Sjafri menenangkan pemain yang larut dalam kesedihan setelah dikalahkan Australia dalam turnamen Piala AFC U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10/2014). Sebelumnya Indonesia menyerah 1-3 dari Iran pada pertandingan pertama.
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, Kompas.com - Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri menilai hasil kejuaraan Piala Asia 2014 di Myanmar sangat bermanfaat untuk perkembangan tim. Pasalnya, semua pemain bisa belajar banyak pada kejuaraan yang diikuti tim-tim terbaik Asia itu.

Pada kejuaraan yang juga babak kualifikasi Piala Dunia U-20 itu, Garuda Jaya bisa dikatakan gagal total karena tidak pernah meraih kemenangan dari tiga pertandingan yang harus dijalani, termasuk di laga pamungkas, Selasa (14/10/2014), ketika takluk 1-4 dari Uni Emirat Arab. Evan Dimas dan kawan-kawan menjadi juru kunci Grup B dengan nol poin.

"Meskipun kami mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, kami belajar banyak dari kejuaraan ini. Hasil ini sangat bagus untuk perkembangan tim," kata Indra Sjafri seperti yang dilansir laman resmi AFC, Selasa.

Menurut dia, kejuaran Piala Asia U-19 di Myanmar merupakan ajang bagi pemain muda Indonesia untuk belajar. Apalagi Indonesia telah lama absen pada kejuaraan usia muda paling bergengsi di Asia yang juga ajang kualifikasi Piala Dunia U-20 itu.

Dengan turun di Piala Asia, kata dia, diharapkan semua pemain ke depannya bisa tumbuh menjadi pemain terbaik dan bisa kembali memperkuat timnas di level yang lebih tinggi. Selain itu diharapkan pula bisa berkembang di level klub.

"Mudah-mudahan mereka dapat tumbuh dengan baik. Makanya kami berharap klub bisa memberikan kesempatan pada pemain muda ini terus berkembang," kata pelatih asal Sumatra Barat itu.

Timnas Indonesia U-19 pada Piala Asia 2014 mengalami tiga kekalahan beruntun. Kekalahan pertama saat menghadapi Uzbekistan dengan skor telak 1-3. Kekalahan ini membuat perjalanan timnas untuk memenuhi target tersendat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertandingan kedua melawan Australia seharusnya dapat dimenangkan jika ingin menjaga asa lolos ke putaran kedua. Tetapi, Evan Dimas dkk justru mengalami kekalahan tipis 0-1. Kekalahan ini memupus impian Garuda Jaya lolos ke putaran berikutnya termasuk ke Piala Dunia U-20.

Kesempatan tertutup membuat Timnas Indonesia U-19 kehilangan taji. Terbukti pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B melawan UEA di Wunna Theikdi Stadium, Nay Pyi Taw, Myanmar, Timnas U-19 mengalami kekalahan telak 1-4. Bagi lawan, kemenangan ini membawanya ke putaran berikutnya bersama Uzbekistan.

Kekalahan Timnas Indonesia U-19 ini bukan karena sepenuhnya pemain tampil buruk. Tetapi, pola permainan Evan Dimas dkk sudah terbaca oleh lawan. Padahal salah satu lawan yaitu UEA sebelumnya mengalami dua kekalahan beruntun dari Indonesia.

Ujicoba panjang dan siaran langsung pertandingan timnas juga ditengarai menjadi salah satu sebab. Calon lawan akan dengan mudah mempelajari cara bermain timnas melalui rekaman pertandingan. Ke depan, diharapkan pembinaan usia muda dilakukan secara berjenjang dan terprogram dengan baik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.