Kompas.com - 23/01/2014, 06:21 WIB
Pelatih AC Milan Clarence Seedorf (kiri) berpose jelang pertandingan Serie-A melawan Verona di San Siro, 19 Januari 2014. AFP/MARCO BERTORELLO Pelatih AC Milan Clarence Seedorf (kiri) berpose jelang pertandingan Serie-A melawan Verona di San Siro, 19 Januari 2014.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com — Pelatih baru AC Milan, Clarence Seedorf, menilai, kegagalan timnya di ajang Coppa Italia memberikan hal positif. Pasalnya, mereka bisa melihat kelemahan yang harus segera dibenahi demi sebuah perubahan yang lebih bagus lagi.

Milan gagal melanjutkan kiprahnya di ajang Coppa Italia. Pada laga perempat final di San Siro, Rabu (22/1/2014) waktu setempat atau Kamis (23/1/2014) dini hari WIB, Rossoneri menyerah 1-2 dari Udinese. Padahal, tuan rumah lebih dulu membuka keunggulan lewat gol cepat Mario Balotelli pada menit keenam.

"Tim sudah bekerja keras, tetapi ketika mereka lelah dan menurun itu merupakan cerita lama di sepak bola," ujar Seedorf kepada Rai Sport.

"Kami belum bisa konsisten dalam sepak bola kami, tetapi saya melihat hal menarik hari ini yang membuat saja optimistis kami bisa memperbaiki situasi."

Seedorf, yang pekan lalu ditunjuk jadi pelatih menggantikan Massimiliano Allegri, menyadari bahwa Milanisti menaruh harapan yang tinggi. Meski demikian, dia meminta para pemain sebisa mungkin tetap tenang menghadapi situasi sambil tetap terus bekerja keras.

"Saya telah mengatakan dalam beberapa hari pertama bahwa kami tahu fans kami memiliki jiwa Rossoneri. Ketika anda bermain untuk sebuah klub besar, anda tahu permintaannya sangat tinggi, tetapi saya mengatakan kepada mereka agar tetap tenang. Saya ingin bekerja keras dan berusaha membalikkan situasi; Saya mengatakan bahwa satu kemenangan takkan mengubah apa pun."

"Saya melihat beberapa hal positif malam ini dan lainnya kami perlu bekerja. Saya pun menjadi tahu para pemain di lapangan, di ruang ganti, dan di latihan sehingga bersama-sama kami bisa membangun sebuah tipe baru sepak bola."

"Di sepak bola anda bisa memiliki pertahanan terkuat di dunia, tetapi jika seluruh tim tidak berkontribusi maka semuanya terbengkalai. Pada 30 menit pertama melawan Verona dan kembali di sini, kami menguasai permainan, tetapi perlu waktu untuk konsisten dalam pendekatan ini."

"Saya pikir semua pemain pada momen tertentu memahami situasi dan bisa kembali membantu. Mario banyak melakukannya malam ini."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sofia Balbi, Cinta dan Energi Dahsyat dalam Karier Luis Suarez

Sofia Balbi, Cinta dan Energi Dahsyat dalam Karier Luis Suarez

Sports
Rashford Merasa 'Terkekang' Semasa Dilatih Jose Mourinho

Rashford Merasa "Terkekang" Semasa Dilatih Jose Mourinho

Liga Inggris
Juventus Sedang Kritis, Bagaimana Nasib Pirlo dan Ronaldo?

Juventus Sedang Kritis, Bagaimana Nasib Pirlo dan Ronaldo?

Liga Italia
Mengapa Jersey Utama Manchester City Berwarna Biru Langit?

Mengapa Jersey Utama Manchester City Berwarna Biru Langit?

Sports
Kritik Pedas pada Wacana Perubahan Regulasi yang Bikin Gaduh

Kritik Pedas pada Wacana Perubahan Regulasi yang Bikin Gaduh

Liga Indonesia
Daftar 14 Tim Penghancur Juventus di Stadion Allianz, AC Milan Lakon Terbaru

Daftar 14 Tim Penghancur Juventus di Stadion Allianz, AC Milan Lakon Terbaru

Liga Italia
Meski Peluang Menipis, Barcelona Belum Menyerah Kejar Titel Liga Spanyol

Meski Peluang Menipis, Barcelona Belum Menyerah Kejar Titel Liga Spanyol

Liga Spanyol
Ranking BWF, Marcus/Kevin dkk 'Gagal' Buru Poin Usai Malaysia Open Ditunda

Ranking BWF, Marcus/Kevin dkk "Gagal" Buru Poin Usai Malaysia Open Ditunda

Badminton
Gara-gara Hal Ini, Solskjaer Dibilang Tak Percaya dengan Paul Pogba

Gara-gara Hal Ini, Solskjaer Dibilang Tak Percaya dengan Paul Pogba

Liga Inggris
Edinson Cavani Perpanjang Kontrak di Man United sampai 2022

Edinson Cavani Perpanjang Kontrak di Man United sampai 2022

Liga Inggris
Juventus Terancam Lenyap dari Serie A jika Tak Mundur dari Super League

Juventus Terancam Lenyap dari Serie A jika Tak Mundur dari Super League

Liga Italia
Ketika Legenda MotoGP Diminta Bujuk Valentino Rossi agar Pensiun...

Ketika Legenda MotoGP Diminta Bujuk Valentino Rossi agar Pensiun...

Motogp
Sapri Pantun Meninggal Dunia, Sempat Dukung Persija Sebelum Final Piala Menpora

Sapri Pantun Meninggal Dunia, Sempat Dukung Persija Sebelum Final Piala Menpora

Liga Indonesia
Ingin Atasi Stunting demi Cetak Atlet Berprestasi, Menpora Teken MoU dengan BKKBN

Ingin Atasi Stunting demi Cetak Atlet Berprestasi, Menpora Teken MoU dengan BKKBN

Sports
Persaingan Liga Spanyol Memanas, Barcelona Butuh Keajaiban untuk Juara

Persaingan Liga Spanyol Memanas, Barcelona Butuh Keajaiban untuk Juara

Liga Spanyol
komentar di artikel lainnya
Close Ads X