Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menguak Fakta Baru Tragedi Hillsborough

Kompas.com - 14/09/2012, 03:53 WIB

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Kepolisian South Yorkshire berencana melakukan investigasi ulang tragedi Hillsborough. Rencana itu diumumkan terkait pengungkapan fakta tragedi yang menyebabkan kematian puluhan suporter sepak bola pada 15 April 1989.

Fakta tragedi Hillsborough diungkap oleh panel independen Hillsborough dalam dokumen setebal 400 halaman pada Rabu (12/9/2012). Salah satu fakta dalam dokumen itu disebutkan, Polisi South Yorkshire menyuplai informasi yang salah kepada politisi Irvine Patnick, yang menjadi narasumber tabloid The Sun dalam tulisan bertajuk "The Truth".

Artikel itu berisi tuduhan yang terhadap fans "The Reds" sebelum, selama, dan setelah musibah yang terjadi pada pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Notthingham Forest, 23 tahun silam. Polisi menilai suporter mabuk sebagai biang tragedi yang menyebabkan 96 suporter kedua tim tewas.

Kepolisian South Yorkshire menyatakan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan investigasi kasus itu ke Komisi Independen Pengaduan Kepolisian (IPCC).

"Kepolisian South Yorkshire saat ini sedang meninjau berbagai masalah yang diajukan dalam laporan Panel Independen Hillsborough, dengan maksud untuk membuat rujukan ke Komisi Independen Pengaduan Kepolisian," demikian pernyataan Kepolisian South Yorkshire seperti dilansir BBC.

Rekayasa
Rencana Kepolisian South Yorkshire untuk melakukan investigasi ulang itu ditengarai untuk mengetahui lebih lanjut siapa saja oknum yang terlibat dalam kasus tersebut. Pasalnya, merujuk ke dokumen panel independen Hillsborough, disebutkan bahwa ada dugaan rekayasa informasi seusai tragedi.

Dugaan rekayasa itu bisa dilihat dari salah satu isi dokumen yang disebutkan bahwa sebanyak 164 pernyataan polisi yang hadir saat kejadian itu berisi menyalahkan para suporter. Sementara sebanyak 116 "komentar negatif" dihilangkan dari pernyataan polisi tersebut untuk menimbulkan kesan suporter.

Salah satu seorang juru bicara IPCC mengatakan, pihaknya kini sedang menunggu dokumen baru dan arahan dari Kepolisian South Yorkshire. Mereka mengakui, laporan itu merupakan masalah serius dan yang akan dapat "mengganggu" polisi.

"Kami juga menunggu keputusan dari Kejaksaan Agung dan akan berhubungan dengan pihak-pihak terkait untuk mengidentifikasi apa yang harus diselediki, begitu juga dengan dan oleh siapa itu dilakukan," kata juru bicara tersebut.

Richard Wells, Kepala Kepolisian South Yorkshire periode 1990 hingga 1998, mengatakan, pengungkapan kasus ini saat penting bagi pihaknya. Hal itu juga diamini Kepala Kepolisian South Yorkshire periode sekarang, David Crompton, yang menilai kasus ini harus dibawa ke pengadilan jika pemalsuan informasi itu benar terjadi.

"Sangat penting bahwa setiap dugaan pelanggaran pidana diselidiki dengan cepat dan menyeluruh. Siapa pun yang ditemukan melakukan pelanggaran harus dibawa ke pengadilan," ucap salah satu juru bicara Kepolisian South Yorkshire.

Sementara Sir Norman George Bettison, Kepala Kepolisian West Yorkshire, yang menjabat sebagai salah satu anggota di Kepolisian South Yorkshire ketika tragedi itu terjadi, menyambut baik adanya rencana investigasi ini.

"Saya menyambut baik karena pengungkapan fakta dapat diketahui karena saya sama sekali tidak menyembunyikan sesuatu," klaim Bettison.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Timnas Indonesia 'Dikepung' Juara Piala Asia U23, STY Minta Garuda Percaya

Timnas Indonesia "Dikepung" Juara Piala Asia U23, STY Minta Garuda Percaya

Timnas Indonesia
Timnas U23 Indonesia Jadi Kabar Gembira, Energi untuk Semua Atlet

Timnas U23 Indonesia Jadi Kabar Gembira, Energi untuk Semua Atlet

Timnas Indonesia
Leicester Promosi ke Premier League, Kans Tutup Musim dengan 100 Poin

Leicester Promosi ke Premier League, Kans Tutup Musim dengan 100 Poin

Liga Inggris
Trofi Liga Champions ke Indonesia, Morientes dan Vidic Turut Serta

Trofi Liga Champions ke Indonesia, Morientes dan Vidic Turut Serta

Sports
Timnas U23 Indonesia dan Olimpiade 2024, Mimpi dari Selembar Karton Putih

Timnas U23 Indonesia dan Olimpiade 2024, Mimpi dari Selembar Karton Putih

Timnas Indonesia
Jadwal Thomas dan Uber Cup 2024: Tim Putra Indonesia Vs Inggris, Putri Lawan Hong Kong

Jadwal Thomas dan Uber Cup 2024: Tim Putra Indonesia Vs Inggris, Putri Lawan Hong Kong

Badminton
Timnas Indonesia Sudah Layak Bersaing di Level Asia

Timnas Indonesia Sudah Layak Bersaing di Level Asia

Timnas Indonesia
Daftar 4 Tim Lolos Semifinal Piala Asia U23 2024, Uzbekistan Lawan Indonesia

Daftar 4 Tim Lolos Semifinal Piala Asia U23 2024, Uzbekistan Lawan Indonesia

Internasional
Jadwal Indonesia Vs Uzbekistan pada Semifinal Piala Asia U23 2024

Jadwal Indonesia Vs Uzbekistan pada Semifinal Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Turnamen Basket Mandiri 3x3 Indonesia, Antusiasme Peserta di Medan

Turnamen Basket Mandiri 3x3 Indonesia, Antusiasme Peserta di Medan

Sports
Hasil Real Sociedad Vs Madrid 0-1, Sinar Arda Gueler Bawa Los Blancos Menang

Hasil Real Sociedad Vs Madrid 0-1, Sinar Arda Gueler Bawa Los Blancos Menang

Liga Spanyol
Hasil 8 Besar Piala Asia U23: Singkirkan Arab Saudi, Uzbekistan Jumpa Indonesia di Semifinal

Hasil 8 Besar Piala Asia U23: Singkirkan Arab Saudi, Uzbekistan Jumpa Indonesia di Semifinal

Internasional
Modal Persib Menyongsong Championship Series Liga 1

Modal Persib Menyongsong Championship Series Liga 1

Liga Indonesia
Borneo FC Dapat Pelajaran dari Persib Jelang Championship Series

Borneo FC Dapat Pelajaran dari Persib Jelang Championship Series

Liga Indonesia
Keriuhan Media Sosial Saat Timnas U23 Indonesia Singkirkan Korsel

Keriuhan Media Sosial Saat Timnas U23 Indonesia Singkirkan Korsel

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com