Mitra Kukar Merasa Dicurangi

Kompas.com - 23/05/2009, 19:25 WIB
Editor

 

SAMARINDA, KOMPAS.com - Mitra Kukar gagal menembus semifinal Divisi Utama setelah bermain imbang 2-2 (1-2) melawan Persigo Gorontalo di Stadion Madya Sempaja, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (23/5).

Satu tempat di semifinal direbut Persebaya Surabaya yang Sabtu sore itu menahan Persisam Putra Samarinda dengan skor 0-0 alias kacamata di Stadion Segiri, Kota Samarinda. "Kami dicurangi di pertandingan yang telah diatur," kata Ketua Umum Mitra Kukar Sugiyanto seusai laga. Dia menuding AD, pimpinan Badan Liga Indonesia, bekerjasama dengan Persisam sehingga Mitra Kukar dikalahkan.

Sugiyanto mengecam kepemimpinan Syamsudin Lintang, wasit asal DKI Jakarta, berat sebelah sebab sudah meniup peluit panjang tanda pertandingan usai meskipun laga masih berjalan pada menit ke-85. Dihentikannya laga itu membuat seorang official Mitra Kukar histeris dengan menangis dan berteriak mengecam wasit dan pengawas pertandingan.

Manajer Persigo Aven Hihelu menyatakan puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Naga Mekes. Persigo datang memang tanpa target ingin lolos ke Super Liga Indonesia.

Ketika ditanya apakah hasil imbang itu terkait isu disuapnya Persigo agar salah satu dari Mitra Kukar atau Persebaya lolos ke semifinal, Aven membantah. Namun, dia mengakui ada tim yang menawari Rp 500 juta untuk lolos ke semifinal. "Tawaran itu dari tim yang berkepentingan menang sedangkan kami tidak menolaknya karena tidak ingin melukai pendukung di Gorontalo," kata Aven.  

 

Persigo mencetak gol lebih dulu lewat Marwan pada menit ke-6 lewat titik penalti akibat pemain Mitra Kukar memegang bola di kotak penalti. Mitra Kukar membalas lewat gol Astana pada menit ke-29. Persigo memperbesar peluang menang dengan gol pada menit ke-35 oleh Iksan Abubakar. Skor 1-2 untuk Persigo bertahan hingga turun minum.

Gol oleh Ikrom Safii pad a menit ke-72 ternyata gagal membawa Mitra Kukar ke semifinal. Skor tetap 2-2 hingga laga usai. Pertandingan yang seru tetapi cukup keras itu juga diwarnai insiden dipukulnya seorang pendukung Mitra Kukar oleh polisi. 

Persebaya

Laga antara Persebaya dan Persisam justru tanpa daya tarik. Kalangan penonton yang kebanyakan pendukung Persisam berjuluk Elang Boreno malah mencemooh penampilan tim kesayangan mereka.

Manajer Persisam Aidil Fitri yang berupaya menenangkan penonton justru mendapat cibiran dan acungan ibu jari yang dibalik tanda merendahkan. Persisam mustahil mengalah, katanya ketika babak pertama usai.

Persebaya justru membuang peluang untuk menang dalam laga yang disaksikan oleh Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Panjaitan itu. Penalti menit ke-90 akibat Jairon Feliciano dijatuhkan di kotak penalti itu justru gagal berbuah gol. Tendangan pemain tengah Persebaya, Andi Odang, melebar jauh dari sisi kanan gawang Persisam.

Tujuh penalti diberikan wasit dalam enam laga yang mempertemukan delapan tim di Grup K selama ini . Penalti yang diberikan kepada Persebaya menjadi sejarah sebab selama Divisi Utama tidak pernah terjadi tim tamu Persisam mendapat penalti.

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.