Salin Artikel

Premier League Siap Jegal Newcastle dari Eksploitasi FFP Seperti Man City

KOMPAS.com - Premier League sebagai operator kasta teratas Liga Inggris berencana menerapkan regulasi baru demi menghalangi klub satelit suatu tim untuk membayar pelatih dan pemain mereka.

Mailsport melaporkan bahwa peraturan baru ini sebagai bagian dari restriksi lebih ketat terkait perjanjian sponsor pihak sama yang bakal disetujui oleh Premier League pada akhir bulan ini.

Regulasi-regulasi baru tersebut merupakan respons dari pembelian Newcastle United yang dimotori oleh PIF, pengelola dana investasi publik Arab Saudi, dengan total aset mencapai 400 miliar pound atau 6,1 kuadriliun rupiah.

Takeover tersebut diiringi oleh sorotan tajam dari klub-klub lain dan beberapa pihak di Inggris terkait catatan Hak Asasi Manusia yang buruk dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

Salah satu hal yang ditakuti oleh klub-klub Premier League lain setelah takeover ini adalah kemungkinan Newcastle United mengikuti jejak Manchester City dalam mengaburkan transparansi pembayaran gaji ke pemain atau pelatih.

Situs Football Leaks pada 2018 melaporkan bahwa mantan bos Manchester City Roberto Mancini menerima dua gaji berbeda saat di Man City.

Satu gaji ia dapatkan langsung dari klub dan satu lagi dari Al Jazira Sports and Cultural Club, yakni suatu klub Abu Dhabi yang juga dikontrol oleh pemilik City Sheikh Mansour.

Dokumen-dokumen dari Football Leaks menunjukkan Mancini menandatangani dua kontrak pada waktu sama saat ia dikontrak kubu Man City pada 2011.

Pertama adalah remunerasi senilai 1,45 juta pound per tahun dari Man CIty dan satu lagi sebesar 1,75 juta pound dari Al Jazira yang dibayarkan ke perusahaan tempurung berbasis di Mauritius.

Kendati demikian, City tak pernah terkena penalti terkait hal ini.

Di bawah regulasi baru, semua pembayaran ke pemain atau staff dari pihak-pihak terkait, termasuk perjanjian sponsor, harus dilaporkan ke Premier League dan akan masuk hitungan regulasi keuangan.

Sebelum ini, klub-klub Premier League telah bergerak untuk memblokir anggota mereka dari menandatangani perjanjian-perjanjian sponsor yang mempunyai hubungan dengan pemilik klub.

Regulasi yang ditetapkan pada 18 Oktober tersebut adalah peraturan interim sementara klub-klub Premier League mencari solusi lebih permanen.

Semua klub di Premier League menyetujui larangan ini kecuali Manchester City yang abstain dalam pengambilan keputusan.

Newcastle sendiri menganggap peraturan ini anti kompetitif dan bisa masuk kategori unlawful alias tak sesuai kaidah hukum.

Tak hanya itu, beberapa tabloid d Inggris seperti The Sun dan Mail Sport melaporkan bahwa kubu-kubu Premier League bakal menerapkan filosofi transfer "siapapun selain Newcastle".

Artinya, klub-klub Liga Inggris lain dilaporkan bakal menolak menjual pemain ke Newcastle pada bursa transfer Januari.

Klub-klub ini dikatakan tak ingin memperkuat Newcastle United dengan harapan agar mereka terdegradasi.

The Magpies duduk di peringkat ke-19 Liga Inggris dengan raihan lima poin dari 11 pertandingan pertama.

https://bola.kompas.com/read/2021/11/13/09000048/premier-league-siap-jegal-newcastle-dari-eksploitasi-ffp-seperti-man-city

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Momen Dramatis di Fase Grup Piala Dunia 2022, Jerman Berakhir Sia-sia

5 Momen Dramatis di Fase Grup Piala Dunia 2022, Jerman Berakhir Sia-sia

Internasional
Drama Piala Dunia 2022: Cristiano Ronaldo 'Dihina' Pemain Korsel Saat Pergantian Pemain

Drama Piala Dunia 2022: Cristiano Ronaldo "Dihina" Pemain Korsel Saat Pergantian Pemain

Internasional
Nestapa Luis Suarez Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Nestapa Luis Suarez Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Internasional
Uruguay Gugur di Piala Dunia 2022, Cavani Marah dan Tinju Monitor VAR

Uruguay Gugur di Piala Dunia 2022, Cavani Marah dan Tinju Monitor VAR

Internasional
Korea Selatan Vs Portugal, Koneksi yang Hancurkan Ronaldo dkk

Korea Selatan Vs Portugal, Koneksi yang Hancurkan Ronaldo dkk

Internasional
Belanda Vs Amerika Serikat: Tim Oranye Dilanda Flu Jelang 16 Besar Piala Dunia 2022

Belanda Vs Amerika Serikat: Tim Oranye Dilanda Flu Jelang 16 Besar Piala Dunia 2022

Internasional
Prawira Harum Bandung Perpanjang Kontrak Pelatih David Singleton

Prawira Harum Bandung Perpanjang Kontrak Pelatih David Singleton

Sports
Sejarah Tercipta, Ada 3 Wakil Asia di Fase Gugur Piala Dunia 2022

Sejarah Tercipta, Ada 3 Wakil Asia di Fase Gugur Piala Dunia 2022

Internasional
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Hari Ini Belanda Vs Amerika Serikat

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Hari Ini Belanda Vs Amerika Serikat

Internasional
Perjuangan Penghuni Ruko Stadion Usai 2 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Bayangan Relokasi

Perjuangan Penghuni Ruko Stadion Usai 2 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Bayangan Relokasi

Liga Indonesia
Ironi 3 Tim Kejutan di Piala Dunia 2022: Libas Para Juara, lalu Ucapkan Sampai Jumpa

Ironi 3 Tim Kejutan di Piala Dunia 2022: Libas Para Juara, lalu Ucapkan Sampai Jumpa

Internasional
Persiapan Empat Tim Jatim Jelang Liga 1 2022-2023 Bergulir Lagi

Persiapan Empat Tim Jatim Jelang Liga 1 2022-2023 Bergulir Lagi

Liga Indonesia
Drama Kamerun Vs Brasil: Saat Aboubakar Cetak Gol lalu Dapat Kartu Merah...

Drama Kamerun Vs Brasil: Saat Aboubakar Cetak Gol lalu Dapat Kartu Merah...

Internasional
16 Besar Piala Dunia 2022, Tak Ada Tim yang Lolos dengan Nilai Sempurna

16 Besar Piala Dunia 2022, Tak Ada Tim yang Lolos dengan Nilai Sempurna

Internasional
Bagan 16 Besar Piala Dunia 2022: Argentina dan Portugal Berseberangan

Bagan 16 Besar Piala Dunia 2022: Argentina dan Portugal Berseberangan

Internasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.