Rabu, 30 Juli 2014

Bola /

Espanyol Kukuhkan Gelar Juara Barcelona

Senin, 13 Mei 2013 | 03:29 WIB

Madrid, Sabtu - Espanyol mengukuhkan gelar juara Liga Spanyol ke-22, Barcelona, setelah mampu menahan imbang Real Madrid 1-1 di Estadi Cornella-El Prat, Sabtu (11/5). Dengan hasil imbang itu, Madrid tidak mungkin menggagalkan upaya Barca menjuarai La Liga musim 2012/2013 ini.

Pelatih Madrid Jose Mourinho langsung menyampaikan ucapan selamat kepada para pemain, jajaran pelatih, manajemen, dan para pendukung Barca.

”Mereka baru memenangi liga yang sebelumnya milik kami hingga hari ini, dan setidaknya hal yang kami bisa lakukan adalah memberikan selamat kepada mereka,” katanya.

Bermain di hadapan pendukungnya, para pemain Espanyol langsung bermain agresif sejak pertandingan dimulai. Hasilnya, pada menit ke-23 Christian Stuani membuat tim tuan rumah memimpin lebih dulu. Dia berhasil memanfaatkan umpan matang dari Sergio Garcia.

Madrid yang membutuhkan kemenangan untuk menunda pengukuhan Barca sebagai juara tidak mampu berbuat banyak pada babak pertama. Baru pada babak kedua Madrid mulai menemukan kembali permainan menyerangnya. ”El Real” pun mampu membalas ketinggalan pada babak kedua melalui gol Gonzalo Higuain pada menit ke-58.

Upaya Madrid untuk menambah gol tidak membuahkan hasil meski Mourinho akhirnya menurunkan mesin golnya, Cristiano Ronaldo, pada babak kedua.

Laga melawan Espanyol itu pun harus dibayar mahal oleh Madrid, dengan cedera berat yang dialami bek mudanya, Raphael Varane. Bek asal Perancis yang membuat Pepe tergusur dari tim utama itu ditarik pada menit ke-19 dan digantikan Xabi Alonso.

”Bantalan sendi lututnya cedera. Kami akan melihat apa hasil dari pemindaiannya nanti. Saya tidak ingin berbicara mendahului para dokter, tetapi tampaknya cukup serius dan tampaknya dia tidak akan bisa bermain di final (Piala Raja)” kata Direktur Madrid Emilio Butragueno.

Dengan sudah berakhirnya perebutan gelar juara La Liga musim ini, Madrid tinggal memburu satu-satunya gelar yang masih mungkin mereka dapatkan, yaitu Piala Raja.

”Tujuan kami sekarang adalah Piala Raja dan kami harus berjuang untuk gelar itu karena tinggal untuk itulah kami bermain. Masih ada enam hari untuk menyiapkan diri dan itulah yang kami pikirkan. Kami sangat termotivasi, berhasrat besar untuk bermain di sebuah pertandingan besar, dan mengangkat trofi di stadion kami, begitu juga di stadion yang netral,” ujar Xabi Alonso.

Hadiah ulang tahun

Bagi gelandang Barcelona, Andres Iniesta, gelar juara liga itu adalah kado terindah pada hari ulang tahunnya, 11 Mei. ”Hadiah terbaik, tepat 29 tahun dan memenangi La Liga,” tulis pengatur serangan tim Spanyol itu dalam Twitter-nya.

Manajemen Barcelona pun dalam situs resminya mengungkapkan bahwa gelar juara La Liga itu bukan gelar juara biasa-biasa aja. ”Gelar ke-22 klub ini mempunyai makna istimewa. Tim harus mengatasi dua kesulitan dan kemunduran, yaitu sakitnya Tito (Vilanova) dan Eric (Abidal), yang menjadikan tim tanpa manajer utama,” demikian dalam pernyataan resmi Barca.

Sementara itu, pada lanjutan Serie A Italia, kemarin, Inter Milan benar-benar kehilangan gairah bertarungnya dan hanya mampu bermain tanpa gol melawan tim papan bawah Genoa. Pada laga lain, Fiorentina mengalahkan Palermo 1-0 sehingga menjauhi Udinese, yang pada hari yang sama hanya bermain 0-0 lawan Atalanta. Lazio pun bermain tanpa gol melawan Sampdoria. (AP/AFP/Reuters/OKI)


Editor :