Jumat, 25 April 2014
SEA Games Myanmar 2013
Timnas U-23 Sulit Gelar Pelatnas Jangka Panjang
Penulis: Ary Wibowo | Minggu, 21 April 2013 | 16:59 WIB
Dibaca:
|
Share:
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pelatih sementara timnas Indonesia, Rahmad "RD" Darmawan (kiri), dan bomber Persib Bandung, Sergio van Dijk, dalam sesi latihan timnas di Lapangan C Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2013). RD memiliki ide mengadakan pelatnas 10 hari setiap bulan untuk timnas U-23 yang dipersiapkan untuk SEA Games Myanmar 2013.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, mengakui pemusatan latihan nasional (pelatnas) SEA Games Myanmar 2013 memang tidak bisa dilaksanakan dalam jangka waktu yang panjang. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, salah satu alasannya, karena berbentrokan dengan kompetisi yang masih berjalan.

Pelatnas timnas U-23 direncanakan baru akan digelar pada akhir Mei mendatang. RD --begitu Rahmad diakrabi-- dan asistennya, Aji Santoso, saat ini tengah menyusun program-program pelatnas skuad Garuda.

"Jadwal kompetisi soalnya padat, jadi alternatifnya adalah pelatnas dengan sistem 'buka-tutup'. Karena itu, tidak mungkin pelatnas jangka panjang," ujar RD saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/4/2013).

Pria kelahiran Bandar Lampung itu menjelaskan, pelatnas dengan sistem 'buka tutup' nanti akan efektif jika dilaksanakan dalam waktu 10 hari setiap bulan. Namun, RD mengaku tim pelatih akan lebih dulu berkomunikasi dengan PT Liga Indonesia dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo, selaku operator dua kompetisi, Indonesia Super League dan Indonesian Premier League, untuk membahas masalah itu.

"Jadi soal waktu pelaksanaan pelatnas dengan sistem 10 hari setiap bulan itu semuanya akan didiskusikan dengan dua operator liga dulu," tukas RD.

Di lain pihak, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dikabarkan bakal mendiskusikan program pelatnas bersama tim pelatih timnas, Senin (22/4/2013). Namun, untuk Surat Keputusan (SK), Satlak Prima masih menunggu susunan manajemen timnas yang hingga kini belum ditetapkan secara rinci oleh PSSI.

Editor : Daniel Sasongko