Sabtu, 1 November 2014

Bola /

Drama Kamar Ganti Berujung Adu Kuat Mou Vs Casillas

Rabu, 26 Desember 2012 | 02:54 WIB

Di luar pertandingan sepak bola di lapangan, urusan kamar ganti dan hal-hal sebelum laga tak kalah penting. Bek Inggris, Glen Johnson, seperti ditulis World Soccer edisi Desember 2012, pernah mengejutkan banyak kalangan ketika ia mengakui kepada pers bahwa pemain Inggris menelan pil stamina setelah laga kualifikasi Piala Dunia melawan Polandia di Warsawa dipastikan ditunda 20 jam.

Para pemain tim ”St George Cross”, seperti kata Johnson, mengonsumsi tablet Proplus yang berkandungan kafein tinggi. Tablet yang berkhasiat mengurangi gejala penat dan letih itu diminum pemain untuk menjaga konsentrasi pemain. Gara-gara minum tablet itu, bek Liverpool tersebut mengaku tak bisa tidur, semalam sebelum pertandingan esok hari.

”Itu bukan persiapan ideal, tetapi, seperti saya katakan, saya tidak menyalahkan itu. (Penundaan) Ini situasi yang sama bagi mereka (Polandia) sehingga ini situasi aneh saja,” kata Johnson, seperti dikutip The Telegraph.

Fenomena kamar ganti juga menarik perhatian kala Brasil kalah 0-3 di Piala Dunia Perancis 1998. Itu terkait kebugaran bintang tim ”Samba”, Ronaldo, yang dipaksakan tampil walau siang harinya sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi fisik yang menurun.

Belakangan, giliran suasana kamar ganti klub raksasa Spanyol, Real Madrid, menjadi santapan penting berbagai media Spanyol. Pemicunya hanya satu, kapten dan legenda hidup kiper ”El Real”, Iker Casillas, dibangkucadangkan pelatih Jose Mourinho saat partai Liga Spanyol melawan Malaga. Mou lebih memilih kiper cadangan Antonio Adan. Hasilnya? Laga di rumah Malaga, Stadion La Rosaleda, itu dimenangi tuan rumah dengan skor 3-2.

Keputusan Mou itu diduga karena Casillas diyakini sebagai pemain yang membocorkan info internal klub ke Radio Marca soal rencana Mou meninggalkan Madrid pada akhir musim ini dan info soal perseteruan Mou dengan bek Sergio Ramos.

Pelatih asal Portugal itu selalu menepis dugaan tersebut. Seperti disiarkan harian Marca, saat ia merayakan Natal di Portugal, Mou berujar, ”Casillas? Saya punya kata hati yang kuat. Saya berusaha memilih tim terbaik di setiap laga,” katanya. ”Menurut pendapat saya, kondisi Adan lebih baik daripada Iker.”

Keputusan itu mengejutkan karena baru pertama kali Casillas tak jadi starter pada era Mou. Radio Marca mencatat, Casillas selalu menjadi starter Real Madrid dalam 10 musim terakhir. Casillas, penjaga gawang utama tim nasional Spanyol—membawa ”La Furia Roja” juara dunia 2010 dan juara Eropa 2008 serta 2012—menerima penuh keputusan pelatih.

”Anda harus menerima keputusan pelatih dan berlatih keras. Mou tidak mengatakan apa-apa, tetapi jika dia tidak memberi alasan saat Anda dimainkan, tentu demikian dengan saat Anda dicadangkan,” ujar Casillas.

Mirip kasus Gago

Toh, spekulasi bahwa Casillas menjadi cadangan karena ia pembocor rahasia ke Radio Marca tak gampang dienyahkan. Ibarat pepatah, tak mungkin ada asap bila tiada api. Tak mungkin ada rumor bila memang tak ada insiden penyebab.

Upaya Mou menginterogasi Anton Meana, jurnalis Marca yang memberitakan kasak-kusuk kamar ganti Real Madrid, memperkuat dugaan itu. Mou mendesak Meana mengungkapkan siapa sumber beritanya itu. Permintaan itu ditolak Meana, dengan landasan kode etik jurnalistik melarang jurnalis menyebutkan sumber.

World Soccer menulis, kasus Casillas ini mirip dengan yang dialami gelandang Real Madrid asal Argentina, Fernando Gago. Pemain yang disebut sebagai ”pesepak bola dinamis” itu diisukan dilepas ”El Real” sebagai pemain pinjaman ke AS Roma (Italia) pada musim 2011-2012 karena membocorkan rahasia kamar ganti. Seusai kembali dari Roma, ia hijrah ke Valencia. Tuduhan terhadap Gago sama dengan yang didakwakan kepada Casillas saat ini.

Jika dirunut ke belakang, bukan kali ini saja Mou terlibat konflik dengan orang-orang yang sudah lebih lama hidup bersama Real Madrid. Dalam kasus-kasus sebelumnya, orang-orang ini kalah, lalu tersingkir dari ”Los Blancos”.

Tak lama setelah tiba di Santiago Bernabeu, 2010, ia berselisih pendapat dengan Direktur Sepak Bola Real Madrid Jorge Valdano. Tak berapa lama, Presiden Real Madrid Florentino Perez mengumumkan pemberhentian Valdano.

Saat Zinedine Zidane datang ke Real Madrid pada November 2010, ia diharapkan enjadi penasihat khusus tim utama Real Madrid, di bawah kendali Mourinho. Namun, lagi-lagi muncul kabar bahwa Zidane gagal memenuhi harapan Mou sehingga legenda sepak bola Perancis itu kini tak lagi mengikuti aktivitas tim utama.

Dua orang lagi yang harus tersingkir adalah Hernandez, dokter tim, dan koki di pusat pelatihan Real Madrid di Valdebebas, Chechu. Akankah Casillas, yang mengabdi di tim utama Real Madrid sejak 1999, menjadi korban berikut Mou? Uniknya, justru Mou yang sesuai survei fans Real Madrid disepakati untuk dicopot. Ini ”duel” adu kuat yang layak ditunggu pemenangnya. (AFP/Reuters/ADP)


Editor :