Selasa, 2 September 2014

Bola / Liga Indonesia

Komentator Al Jazeera "Rasis" Terhadap Timnas Indonesia

Rabu, 7 September 2011 | 12:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertandingan sepakbola kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Indonesia melawan Bahrain berakhir tadi malam di Stadion Gelora Bung Karno dengan keunggulan 2-0 untuk Bahrain. Tanding ini ternyata disiarlangsungkan stasiun televisi asal Qatar, al Jazeera. Namun, komentator al Jazeera bersikap "rasis" terhadap pemain Timnas atau terlalu memihak Bahrain, padahal dalam menjalankan tugasnya komentator dituntut netralitasnya. 

Penilaian disampaikan Taufieq Poenya, Kompasianer yang juga mahasiswa S1 jurusan Aqidah dan Filsafat Universitas Al Azhar, Mesir, yang menyaksikan langsung duel Indonesia-Bahrain. Taufiq yang paham bahasa Arab ini mengikuti komentator al Jazeera yang dinilainya "rasis" atau terlalu memihak Bahrain itu. 

"Komentator al Jazeera sepanjang pertandingan cenderung mendukung timnas Bahrain. Buktinya ketika kedudukan masih kosong kosong, komentator sering berkata ‘natamanna hadf al awwal li muntakhob bahrain’ [semoga ada gol pertama bagi timnas bahrain]. Kemudian ketika kedudukan dua kosong untuk Bahrain, dia kembali komentar ‘natamanna hadf as salis’ [semoga terjadi gol yang ketiga]. Sebaliknya ketika gawang Bahrain diserang dan gagal, komentator malah bersyukur ‘alhamduillah wa salam’," tulis Taufieq di Kompasiana.

Koemntator al Jazeera juga jarang menyebut nama pemain Indonesia, hanya satu nama yang dia sebut dengan pengucapan yang benar yaitu Cristian Gonzales. Selebihnya nama lain seperti Markus, Nasuha, apalagi Bambang selalu absen. "Sebaliknya komentator lebih menikmati menyebut pemain Bahrain," tulisnya.

Untuk mengikuti selengkapnya laporan pandangan mata Taufieq dari stasiun televisi al Jazeera yang bisa ditangkap di Mesir ini, silakan baca di sini.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Pepih Nugraha
Sumber: