Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kongres PSSI Akan Digelar 30 Juni di Solo

Kompas.com - 06/06/2011, 18:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komite Normalisasi  akhirnya memutuskan Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia  kembali dilaksanakan pada 30 Juni 2011 di Solo, Jawa Tengah. Kongres ini merupakan upaya terakhir KN agar Indonesia terhindar dari jeratan sanksi FIFA.

"Sekembali saya dari Zurich, rapat perdana dilakukan hari ini. Dari rapat hari ini diputuskan bahwa Kongres Luar Biasa PSSI (Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) akan digelar pada 30 Juni di Solo," ujar Ketua Komisi Normalisasi (KN) Agum Gumelar, Senin (6/6/2011), di Sekretariat PSSI, Senayan.

Pemilihan kota Solo ini sekaligus mengalahkan kota-kota lainnya yang sempat mengajukan diri, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Palembang. Menurut Agum, kota Solo dipilih karena faktor historis dan lokasinya  mudah dijangkau. Solo merupakan kota kelahiran PSSI dan di kota itulah banyak lahir organisasi-organisasi nasional yang bergerak di bidang olaharaga. Selain itu, kota Solo mendapat kehormatan untuk melangsungkan kongres penting itu lantaran telah berhasil menggelar partai final Divisi Utama antara Persiraja melawan Persiba pada 25 Mei 2011 lalu.

"Ini sebagai bentuk apresiasi kita pada kota Solo karena berhasil menggelar partai yang aman dan lancar," ujarnya.

KN, diakui Agum, memiliki waktu yang sangat mendesak. Oleh karena itu, persiapan secara cepat mulai dilakukan. Penyebaran undangan peserta kongres akan dilakukan pada 13 Juni 2011.

Selain itu, sesuai saran dari FIFA, dua anggota KN juga akan terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk berkoordinasi dengan Asian Football Confederation (AFC) terkait legal asisstancy dan administrasi pelaksanaan kongres. Tim akan berangkat pada Rabu (8/5/2011) mendatang. Agung berharap kongres PSSI pada 30 Juni nanti ini bisa berlangsung lancar.

"Dengan begitu, kita akan bebas dari sanksi FIFA. Saya minta dukungan dan pengertian semua pihak di Indonesia bahwa persiapan ini untuk sepak bola Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, FIFA mengeluarkan keputusan terkait kisruh yang terjadi di Kongres PSSI pada 20 Mei 2011. Ketika itu, agenda kongres yang turut dihadiri perwakilan dari FIFA terhenti karena deadlock. Banyak peserta PSSI yang masih ngotot mempertanyakan alasan penganuliran pencalonan George Toisutta dan Arifin Panigoro dalam bursa calon Ketua Umum PSSI.

Indonesia nyaris terkena sanksi tidak boleh ikut serta dalam setiap pertandingan FIFA. Namun, FIFA rupanya masih memberikan harapan kepada Indonesia dengan memberikan tenggat  hingga 30 Juni untuk melaksanakan kongres. Jika kembali gagal,  Indonesia otomatis langsung terkena sanksi dari FIFA.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com