Tiga Pelatih Ragukan Kekuatan Real Madrid - Kompas.com

Tiga Pelatih Ragukan Kekuatan Real Madrid

Kompas.com - 29/07/2009, 07:59 WIB

MUENCHEN, KOMPAS.com — Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mempertanyakan kualitas Real Madrid dalam menghadapi musim baru. Menurutnya, "El Real" masih punya pekerjaan besar dalam memenuhi keseimbangan tim.

Madrid menjadi sorotan dunia sepak bola setelah klub raksasa Spanyol itu mengeluarkan, kalau bukan menghamburkan, banyak uang untuk membeli pemain bintang. Tak kurang dari 200 juta poundsterling atau lebih dari tiga triliun rupiah sudah mereka keluarkan untuk membeli empat pemain. Jumlah itu masih akan bertambah lagi karena "Los Galaticos" masih mengincar sejumlah pemain lain dengan harga selangit.

Tiga pelatih klub yang kini akan membawa tim mereka dalam turnamen Audi Cup di Allianz Arena mengkritik kebijakan transfer itu. Dalam pandangan Ferguson, transfer itu tak mencerminkan kekuatan Madrid sesungguhnya dalam cakupan teknis sepak bola, bukan finansial klub. Tim dengan banyak uang tak menjamin bisa mendapatkan sukses di turnamen. Pembelian dua gelandang, satu bek, dan satu striker di Santiago Bernabeu tidak akan menjamin mereka sukses mencapai target musim depan, yakni juara di semua kompetisi.

"Ada contoh sangat baik sebuah tim pada 1950-an, Sunderland, yang belanja banyak uang dikenal sebagai bank di antara klub Inggris. Mereka tidak memenangi apa pun hingga akhirnya mereka terdegradasi," ungkap Ferguson.

Sama seperti yang pernah dikatakan Pelatih Madrid Manuel Pellegrini bahwa Madrid memerlukan gelandang sentral, Ferguson juga menyatakan bahwa klub tersebut bolong di tengah. Karena itu, seorang winger seperti Cristiano Ronaldo bisa saja ditarik ke tengah untuk mengisi celah tersebut. Masalah bisa terpecahkan jika "Los Merengues" mendapatkan gelandang Liverpool, Xabi Alonso.

"Saya tidak bilang Real Madrid akan terdegradasi, tapi itu sulit dan mereka akan punya banyak masalah keseimbangan. Saya tidak tahu, apakah (Pelatih Madrid) Manuel Pellegrini akan membawa tim utama dengan semua pemain ini. Saya bilang kepada Ronaldo, dia akan bermain di tengah karena mereka tidak punya pemain seperti itu," ujarnya.

Musim lalu, "Los Blancos" kebobolan 52 gol di Liga Divisi Primera, atau hanya lima angka lebih baik dibandingkan juru kunci Recreativo Huelva. Ini mengindikasikan bahwa Madrid memerlukan bek lagi. Ini pun pernah diungkapkan oleh Pellegrini. Itulah alasannya merekrut Raul Albiol, yang sebetulnya berperan sebagai gelandang sentral di tim nasional Spanyol. Sampai sekarang, perburuan Madrid terhadap bek tengah Alvaro Arbeloa belum membuahkan hasil.

Setali tiga uang dengan Ferguson, Pelatih Bayern Muenchen Louis Van Gaal pun meragukan kemampuan Pellegrini dalam meracik tim berdasarkan kumpulan pemain terbaik dunia itu. "Filosofi saya adalah Anda harus membangun sebuah tim. Anda tidak dapat belanja satu orang. Saya harap Pelatih Real Madrid dapat membuat sebuah tim dengan banyak individu, tapi saya tidak tahu apakah dia bisa. Kadang Anda bisa, kadang sangat, sangat sulit."

Pendapat Van Gaal itu diamini oleh Pelatih AC Milan Leonardo Araujo. Pengganti Carlo Ancelotti itu merujuk pada kegagalan "Los Galaticos" era Zinedine Zidane, Ronaldo, dan David Beckham, yang memang tak begitu memukau perhatian dunia.

"Tidak mudah bagi Madrid dan mereka tidak berhasil di masa lalu. Mereka punya pengalaman sendiri dengan 'Galacticos' dan akhirnya tidak memenangi apa pun," kata pelatih asal Brasil itu. "Anda dapat membeli pemain bertalenta dan membuat berbagai kemungkinan, tetapi tidak mudah membangun sebuah skuad dan mengatur pemain seperti Kaka, Ronaldo, dan (Karim) Benzema. Anda perlu lebih dari sekadar uang untuk membangun sebuah tim. Anda perlu semangat dan kami masih harus melihatnya jika Madrid punya."

Pada pramusim ini, Madrid memang belum menampakkan kualitas yang begitu dahsyat. Mereka hanya menang 1-0 atas tim liliput Shamrock Rovers di Irlandia dan ditahan imbang 1-1 oleh Al Ittihad di duel perdana Piala Perdamaian. Pellegrini juga masih bimbang menentukan format baku pemain starter karena semua pemain sangat bagus. (TIMES, GRD)

Editor
Terkini Lainnya
Pizzi Punya Pengalaman Unik soal Pelatih Cile
Pizzi Punya Pengalaman Unik soal Pelatih Cile
Internasional
Renato Sanches Tuntut Bermain Lebih Banyak di Bayern
Renato Sanches Tuntut Bermain Lebih Banyak di Bayern
Liga Jerman
Kolarov Ingin Kembali ke 'Mantan'
Kolarov Ingin Kembali ke "Mantan"
Liga Inggris
Chelsea Lepas Penyerang Muda ke Lyon
Chelsea Lepas Penyerang Muda ke Lyon
Liga Inggris
Man United Ingin Rampungkan Transfer Matic Sebelum Berangkat ke Amerika
Man United Ingin Rampungkan Transfer Matic Sebelum Berangkat ke Amerika
Liga Inggris
De Boer Minta Restu Van Gaal Sebelum Latih Crystal Palace
De Boer Minta Restu Van Gaal Sebelum Latih Crystal Palace
Liga Inggris
Bela Marseille, Valere Germain Ikuti Jejak Sang Ayah
Bela Marseille, Valere Germain Ikuti Jejak Sang Ayah
Liga Lain
James Rodriguez Dilarang Gegabah
James Rodriguez Dilarang Gegabah
Liga Spanyol
Saat Semua Pemain Man United Ingin Tendang Ronaldinho
Saat Semua Pemain Man United Ingin Tendang Ronaldinho
Liga Inggris
Spesialis Tendangan Bebas Menuju AC Milan
Spesialis Tendangan Bebas Menuju AC Milan
Liga Italia
Penyerang Buruan Arsenal Bernilai Rp 745 Miliar
Penyerang Buruan Arsenal Bernilai Rp 745 Miliar
Liga Inggris
Jose Mourinho Ditinggal Sang Ayah
Jose Mourinho Ditinggal Sang Ayah
Liga Inggris
Victor Wanyama Hanya Dapat Penghormatan Satu Hari di Tanzania
Victor Wanyama Hanya Dapat Penghormatan Satu Hari di Tanzania
Internasional
Arturo Vidal Mengaku Kelabakan Melawan Australia
Arturo Vidal Mengaku Kelabakan Melawan Australia
Internasional
Resmi, De Boer Menjadi Manajer Crystal Palace
Resmi, De Boer Menjadi Manajer Crystal Palace
Liga Inggris

Close Ads X