Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelaku Rasisme ke Vini Jr Dijatuhi Hukuman Delapan Bulan Penjara

Kompas.com - 11/06/2024, 15:00 WIB
Leonardo Juan Ruiz Febrian,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengadilan Spanyol  menjatuhkan hukuman kepada tiga pelaku rasisme terhadap pemain Real Madrid, Vinicius Junior.

Ketiga pelaku dijatuhi hukuman delapan bulan penjara, larangan memasuki stadion selama dua tahun, dan diperintahkan untuk membayar biaya persidangan.

Momen rasis itu terjadi ketika Valencia menghadapi Real Madrid pada 21 Mei 2023, di Stadion Mestalla.

Atas tindakan rasis terhadap Vini Jr, para terdakwa dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap integritas moral Art. 173.1 KUHP Spanyol dengan keadaan yang memberatkan diskriminasi berdasarkan motif rasis (Pasal 22.4 KUHP). 

Baca juga: Real Madrid Malas di Final Liga Champions, Ancelotti Marahi Vinicius

Sebelumnya, para pelaku ini dijatuhi hukuman awal 12 bulan penjara, lalu dikurangi sepertiga sebagai hasil dari kesepakatan pada tahap investigasi awal.

Hukuman delapan bulan menjadi keputusan akhir serta tambahan biaya pengadilan untuk ketiga terdakwa. Mereka juga akan dikeluarkan dari anggota klub Valencia FC.

Pertama kali hukuman seperti ini dijatuhkan di Spanyol. Kasus yang menimpa Vini Jr dibawa ke pengadilan oleh LALIGA, lalu RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol), dan Real Madrid.

Para terdakwa juga membaca surat permohonan maaf kepada Vinicius, LALIGA, dan Real Madrid atas tindakan rasis yang telah dilakukan ketika masa persidangan.

Serta memberi pengakuan terhadap LALIGA yang telah berjuang melawan rasisme dan sejak awal telah bertindak tegas di tingkat hukum dan institusional.

Baca juga: Vinicius Jr Menggila Kontra Bayern, Menanti Malam Magis di Bernabeu

Putusan yang dikeluarkan pengadilan Spanyol disambut baik Presiden LaLiga, Javier Tebas.

"Keputusan ini merupakan berita bagus untuk memerangi rasisme di Spanyol, karena ini merupakan langkah untuk memperbaiki kesalahan memalukan yang diderita oleh Vinicius Jr," ujar Presiden LALIGA, Javier Tebas dalam rilis yang diterima Kompas.com.

"Dan mengirimkan pesan yang jelas kepada individu-individu yang datang ke stadion sepak bola untuk melontarkan makian. LALIGA akan mengidentifikasi, melaporkannya, dan akan ada konsekuensi pidana,” sambung Tebas.

Tebas menilai dengan adanya putusan ini, merupakan bentuk komitmen negara untuk menjaga integritas peradilan.

"Saya mengerti bahwa mungkin ada beberapa rasa frustrasi karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menjatuhkan hukuman ini, namun ini menunjukkan bahwa Spanyol adalah negara yang menjamin integritas peradilan," ucap Tebas.

"Kami di LALIGA hanya bisa menghormati langkah keadilan, tetapi sekali lagi kami menuntut agar undang-undang Spanyol berevolusi untuk memberikan LALIGA kekuatan sanksi yang dapat mempercepat perang melawan rasisme,” tambahnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com