Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Respons Kasus Rasialisme, PSSI Siap Bermitra dengan Meta dan Tiktok

Kompas.com - 11/05/2024, 17:58 WIB
Leonardo Juan Ruiz Febrian,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengutarakan pihaknya akan bekerja sama dengan Meta hingga Tiktok untuk memberikan perlindungan kepada pesepak bola Indonesia.

Hal ini dikatakan Arya dalam acara "Diskusi 94 Tahun PSSI Mau ke Mana?" pada Sabtu (11/5/2024), di Jakarta. 

Rencana ini disampaikan sebagai respons atas komentar rasis warganet pendukung timnas U23 Indonesia yang membanjiri akun Instagram pemain timnas U23 Guinea, Ilaix Moriba,

Noda rasialisme itu muncul selepas laga penentu playoff Olimpiade 2024 antara Indonesia vs Guinea, pada Kamis (9/5/2024).

Warganet mengeluarkan komentar bernada rasis karena kecewa atas kekalahan 0-1 Indonesia dari Guinea, di mana gol penentu hasil akhir dicetak Ilaix Moriba.

Baca juga: PSSI Kecam Aksi Rasialisme kepada Guinea, Jangan Nodai Perjuangan Timnas Indonesia

Hujatan tidak hanya datang ke akun Ilaix Moriba, tetapi juga ke akun media sosial resmi timnas Guinea.

Akun fanbase sepak bola Guinea, Joueurs Guineens ,juga kecipratan serangan rasis, sampai sempat menutup kolom komentar mereka di platform Instagram. 

"Kita juga melihat, bahwa sebenarnya 1-2 bulan ini sudah punya konsep mengenai perlindungan terhadap pemain dan pelaku sepak bola," kata Arya kepada awak media.

Pria berusia 53 tahun ini pun tidak menyangka warganet pendukung timnas U23 Indonesia melontarkan komentar yang negatif.

Sebelumnya, selepas timnas U23 Indonesia takluk dari Irak pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U23 2024, Marselino Ferdinan juga sempat menerima hujatan dari warganet. 

"Saya enggak mau ngomong suporter, karena suporter ini kan yang memang dia masuk ke lapangan, dia pergi ke lapangan, dia nonton di lapangan, kemudian dia juga mendukung dengan berbicara. Tapi kalau netizen kita enggak tahu ya banyak banget," ucap Arya menjelaskan.

"Kami akan melakukan kerja sama dengan Meta, kemudian Tiktok, kemudian Youtube, kemudian juga Kominfo, dan juga nanti kepolisian, supaya kita punya aturan-aturan, regulasi mengenai bagaimana perlindungan terhadap pemain," katanya menambahkan.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di Tournoi Maurice Revello 2024

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sports Kompascom (@sports.kompascom)

Arya memiliki bayangan, perusahaan teknologi itu nantinya bisa memblokir akun-akun yang mengelurkan ujaran rasis.

Ia berharap aplikasi dari rencana ini bisa memberikan rasa aman terhadap para pemain serta lawan Indonesia.

"Ini yang kita lakukan guna menjaga dan melindungi pemain kita dan juga kepada negara-negara lain, ini cukup memalukan karena berbahaya juga bahwa ternyata orang Indonesia rasis, memalukan," kata Arya.

"Sejak kapan kita jadi rasis, baru kali ini terjadi dan itu sangat jelek bagi semua. Ini kita lakukan berbalik jadi suatu yang positif supaya tidak ada lagi tindakan-tindakan yang seperti ini," ujarnya menjelaskan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com